Dikawal Jet Tempur, Singapore Airlines Diancam Bom

103
LOS ANGELES, CA - OCTOBER 03: Singapore Airlines Airbus 380 at LAX on October 03, 2016 in Los Angeles, California. (Photo by PG/Bauer-Griffin/GC Images)

 

Singapura I SUMUT24
Sebuah pesawat maskapai Singapore Airlines (SIA) diancam bom saat sedang mengudara dari Mumbai, India ke Singapura. Pesawat penumpang ini terpaksa dikawal jet tempur Singapura saat melakukan pendaratan di Bandara Changi.

Seperti dilansir Channel News Asia dan Straits Times, Selasa (26/3/2019), ancaman bom itu diterima saat pesawat jenis Boeing 777-300ER ini baru saja lepas landas dari Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai pada Senin (25/3) malam, sekitar pukul 23.36 waktu setempat.

Ancaman bom pertama kali diterima pihak maskapai Singapore Airlines. Si penelepon menyebut ada sebuah bom di dalam pesawat rute Mumbai-Singapura tersebut.

“Singapore Airlines mengonfirmasi bahwa ada ancaman bom terkait SQ423 yang beroperasi dari Mumbai ke Singapura,” demikian pernyataan juru bicara SIA kepada Straits Times.

“Kami membantu otoritas setempat dengan penyelidikan mereka dan menyesalkan bahwa kami tidak mampu memberikan informasi detail lebih lanjut,” imbuh pernyataan juru bicara SIA seperti dilansir Channel News Asia.

Diketahui bahwa pesawat dengan nomor penerbangan SQ423 itu membawa 263 penumpang saat insiden ini terjadi.

Dilaporkan Straits Times bahwa pesawat itu dikawal jet tempur Angkatan Udara Singapura hingga mendarat dengan selamat di Bandara Changi. Laporan menyebut pesawat itu mendarat di Bandara Changi pada Selasa (26/3) pagi, sekitar pukul 07.54 waktu setempat. Waktu kedatangan pesawat itu, sebut Channel News Asia, terlambat 31 menit dari jadwal seharusnya.

Changi Airport Group menyatakan insiden itu tidak berdampak pada operasional bandara. Namun laporan Plane Finder menyebut peta pelacak pergerakan pesawat-pesawat menunjukkan sejumlah pesawat lain yang ada di sekitar SQ423 terpaksa dialihkan saat pendaratan dengan emergency alert dilakukan.

Kepolisian Singapura menyatakan, setelah pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Changi, operasi penggeledahan langsung dilakukan terhadap pesawat tersebut. Hasilnya tidak ditemukan adanya benda-benda mencurigakan. Ternyata ancaman bom itu hanyalah hoax.

“Polisi menangani seluruh ancaman keamanan dengan serius dan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap siapa saja yang memicu kekhawatiran publik,” tegas kepolisian setempat dalam pernyataannya.

Laporan Straits Times menyebut satu penumpang wanita beserta satu anak harus diinterogasi polisi. Alasannya tidak disebut lebih lanjut. Para penumpang lainnya diketahui telah turun dari pesawat dan harus menjalani pemeriksaan keamanan sebelum diperbolehkan pulang. (red)

Loading...