Diduga Gunakan Bahan Nuklir dan Beracun, Ruang Radiologi Disegel, Kanit Tipiter Akan Ada Tersangka Lain

132
Foto : Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Herry Tambunan SE didampingi Kanit Tipiter Ipda BD Sitorus SH MH dan tim foto bersama dilokasi ruangan radiologi RSUD yang dipasang Police line.(SUMUT24.JO)

BATU BARA | SUMUT24.co

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang SH MHum melalui Kasat Reskrim AKP Herry Tambunan SH diwakili Kanit Tipiter Ipda BD Sitorus, membenarkan saat ini sedang memperdalam kasus diruangan radiologi RSUD Batubara.

“Ya, ada alkes di RSUD yang kita segel. Ada juga dokumen tentang data pasien yang disita”, kata Kanit, Rabu (6/2/2019) kepada wartawan.

Dikatakan, kasus ini telah memeriksa sejumlah saksi seperti Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Kesehatan, Kasubbag TU RSUD serta saksi ahli.

“Kasusnya sudah kita tingkatkan ke penyidikan dan kemungkinan akan ada penetapan tersangka”, ujar Sitorus.

Guna penyegaran, Tim penyidik Polres Batubara dipimpin Kasat Reskrim AKP Herry Tambunan SE dan Kanit Tipiter Ipda BD Sitorus SH MH, Senin (28/01/2019) lalu memasang garis polisi (police line) di RSUD Batubara.

Alkes yang disegel berupa alat rontgen diruang radiologi yang diduga penggunaanya tanpa izin.

Menurut informasi diterima, selain itu polisi juga menggeledah kantor serta menyita dokumen yang sempat ‘disembunyikan’ dibawah meja.

Berawal dari pengadaan alkes sekitar tahun 2014. Disebut-sebut benda mahal itu tidak memiliki izin penggunaan bahan nuklir dan bahan beracun. Namun dengan alasan pelayanan kesehatan masyarakat, pihak RSUD tetap saja menggunakannya.

Pengadaan alkes itu sudah lama, sekitar tahun 2014. Informasinya tidak ada izin”, sebut sumber yang tidak mau namanya dipublikasikan, kepada wartawan.

Dikatakannya, setelah alkes dipasang garis polisi ketika itu, petugas menggeledah kantor dan ruang kerja direktur.

“Awalnya petugas mencari dokumen di dalam lemari tapi tidak ditemukan. Namun tak tau bagaimana petugas melihat ada dokumen yang ditaruh dibawah meja, itulah yang disita”, tambah sumber.(jo)

Loading...