Diduga Akibat Limbah PKS Kwala Besar, Asprindo Usut Kematian Ikan Lumba- Lumba

142

MEDAN I SUMUT24.co
Ketua Dewan Penasehat ASPRINDO Kota Binjai Syahrir Nasution meminta BKSDA , Kementrian lingkungan Hidup dan Gubsu untuk turun tangan memerintah kan mengusut tentang kematian Ikan lumba- lumba perairan di Kwala Besar Kec. Secanggang Kab Langkat kemarin, ucapnya kepada Wartawan, Senin (22/7). Menurutnya, kita patut curiga kematian ikan langka tersebut diduga dari limbah yang dibuang oleh pabrik kelapa sawit di langkat. Kita berharap aparat penegak hukum agar mengusutnya, biota sungai lainnya nantinya juga akan terganggu sehingga aktifitas pabrik harus dihentikan demi penyelamatan lingkungan, ucapnya.

Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak. karena disinyalir ada nya buangan limbah Sawit dari Perkebunan Sawit sekitar alur sungai yang berdampingan ke pesisir pantai laut Kwala Besar tersebut. Dan ini merupakan “ warning” terhadap para nelayan yang mana mata pencaharian mereka di laut untuk mencari ikan lainnya merasa terancam, ucap Ketua Dewan penasehat ISEI cabang Binjai Langkat itu. Kini kehidupan para nelayan semakin terpuruk , terlebih di pesisir pantai timur sumut.
kepada pemangku kebijakan di daerah ini saya minta “ respon” terhadap kondisi di perairan pinggir-pinggir pantai yang berhubungan dengan Survival kehidupan para nelayan tradisional kita, sebab kalau tidak ini bisa menjadi bom waktu bangkit nya amarah rakyat tepi laut maupun lainnya, tegasnya. (W03)

Loading...