Debat Capres, Sentilan Pembangunan Infrastruktur

226

Jakarta, Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa akan terus membangun infrastruktur jika kembali terpilih menjadi presiden. Pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk memudahkan transportasi logistik, mobilitas orang sehingga daya saing bangsa terus naik.

“Sehingga saya konsisten membangun infrastruktur ini, dan bagaimana betul betul konektivitas tersambung, bukan hanya urusan jalan tol, pelabuhan, airport, tetapi juga yang berkaitan dengan digitalisasi,” kata Jokowi dalam debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/).

Jokowi berharap, konektivitas antar pulau, antar provinsi dan antar kota tersambung baik. Selain itu, di sisi digitalisasi juga pemerintah telah meluncurkan palapa ring.

“Ini adalah tersambungnya daerah back bone dengan kecepatan tinggi (internet). Indonesia bagian barat sudah selesai 100 persen, Indonesia tengah 100 persen, timur 90 persen dan kita selesaikan tahun ini.”

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyambut baik dan menghargai pembangunan yang selama ini sudah dilakukan Jokowi. Namun, kata Prabowo ada beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang tidak efisien.

“Saya menghargai niat Pak Jokowi dalam pembangunan infrastruktur, tapi saya juga menyampaikan kemungkinan besar tim Pak Jokowi kurang efisien. Banyak infrastruktur dengan grasa grusu tanpa feasibility study yang benar. Banyak proyek infrastruktur tidak efisien, rugi bahkan sulit dibayar,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya bermanfaat untuk rakyat, bukan malah sebaliknya rakyat untuk membangun infrastruktur. Pernyataan Prabowo ini mengacu pada banyaknya utang dalam pembangunan infrastruktur.”

“Kita bangun infrastruktur untuk rakyat, bukan rakyat untuk infrastruktur. Selain itu seperti di LRT Palembang masih sepi, Bandara Kertajati juga,” tegas Prabowo.

Namun demikian, Jokowi langsung membantah pernyataan Prabowo. Jokowi memastikan semua proyek infrastruktur yang dibangun telah melalui feasibilty study atau uji kelaikan .

“Kalau bapak bilang tanpa feasibility study, Pak Prabowo salah besar, ini sudah direncanakan lama. LRT Palembang atau MRT dan LRT Jakarta masih sepi karena semua butuh waktu. Memindahkan budaya senang naik mobil sendiri ke transportasi massal itu butuh 10 sampai 20 tahun,” kata Jokowi.

Masalah Bandara Kertajati yang masih sepi, Jokowi menyebut bahwa ini karena jalan tol dari Bandung menuju Kertajati belum selesai. “Kertajati tinggal menyelesaikan tol, kalau sudah nyambung Bandung – Kertajati nanti bandara kita pindahkan,” tutup Jokowi. red

Loading...