Danau Toba Mengalami Kerusakan Parah

135
Balige, Toba Samosir I Sumut24.co
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah mengingatkan kembali kepada delapan Bupati di Kawasan Danau Toba agar selalu menjaga lingkungan, khususnya peningkatan kualitas air Danau Toba.
Hal ini dikemukakan Wagubsu, Musa Rajekshah yang biasa disapa Ijeck usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Isu Lingkungan di Kawasan Danau Toba yang langsung dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Rakor diselenggarakan di Institut Teknologi DEL, Jalan PI DEL, Sitoluama, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (12/1).
Adapun delapan bupati di kawasan Danau Toba yang mendapatkan imbauan itu yakni Bupati Simalungun, Tobasa, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, Samosir dan Pakpak Bharat.
Dalam rakor tersebut terungkap bahwa lingkungan Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara saat ini telah mengalami kerusakan parah.
“Berdasarkan audit Bank Dunia terungkap danau itu mengalami kerusakan parah”, ujar Wagubsu.
Faktor pembuangan limbah ke Danau Toba menjadi pemicu utama terjadinya kerusakan lingkungan di danau vulkanik tersebut. Pemicu kerusakan air Danau Toba berasal dari limbah peternakan babi, kerambah jaring apung (KJA), kemudian limbah rumah tangga dan juga hotel-hotel di sekitar Danau Toba.
Pembuangan limbah tersebut yang menyebabkan kadar oksigen air Danau Toba sangat menurun. “Hanya sekitar 5 persen air Danau Toba yang mengandung oksigen. Selebihnya sampai dasar danau tak ada oksigen, itu tidak sehat”, ucap Ijeck.
Oleh karenanya, Wagubsu mengingatkan kembali kepada  delapan Bupati di Kawasan Danau Toba agar selalu menjaga lingkungan khususnya kualitas air Danau Toba.
Apalagi, lanjut Ijeck, sebagai pemimpin di daerah-daerah tentunya masing-masing mempunyai kebijakan-kebijakan tertentu mengenai pelestarian lingkungan. Termasuk penataan kawasan hutan yang ada di sekitar Danau Toba khususnya aturan tegas penebangan pohon secara liar.(W03)
Loading...