Clean Up Danau Toba, Pentingnya Gotong Royong Menjaga Kelestarian Danau Toba

102


TAPANULI UTARA I SUMUT24.co
Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik air tawar terbesar di dunia, dan merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, memiliki luas perairan sepanjang 100 km dan lebar 30 km yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Danau Toba yang terletak di pegunungan Bukit Barisan dan dikelilingi oleh 7 Kabupaten di Sumatera Utara dengan luasnya 1.145 kilometer persegi menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara. Untuk itu pentingnya Gotong Royong menjaga Kelestarian Danau Toba sendiri dari hal-hal yang dapat merusak kelestarian Danau Toba itu sendiri seperi sampah, eceng gondok, limbah plastik, limbah rumah tangga dan lain-lain,ucap Kadis Lingkungan Hidup Provsu Dr.Ir. Binsar Situmorang M.Si, MAP dalam acara Clean Up Danau Toba di Desa Hutanagodang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (4/12). Menurutnya, data dan referensi ilmiah yang tersedia serta fakta di lapangan menunjukkan bahwa ekosistem Danau Toba sendiri sangat terancam dengan kualitas air berikut biota air yang semakin tereduksi, demikian juga dengan ekosistem darat dan hutan berikut
keanekaragaman hayati yang berada didalamnya sebagai penyangga ketersediaan air.

 

Hal ini menyebabkan dampak negatif yang luar biasa terhadap Danau Toba itu sendiri, maka dari itu kita sebagai masyarakat Tobasa harus berperan aktif menjaga lingkungan kita sendiri dari hal-hal yang dapat merusak kelestarian Danau Toba itu sendiri seperti sampah, eceng gondok, limbah plastik, limbah rumah tangga dan lain-lain. Untuk menjaga kelestarian Danau Toba, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya. Perpres ini mengatur dan menata sedemikian rupa Kawasan Danau Toba. Salah satu tujuan Perpres ini adalah menjaga ketersediaan air di seputar Kawasan tersebut.

 

 

Salah satu penyebab yang merusak kelestarian Danau Toba adalah limbah, baik berupa limbah dari hasil kegiatan atau produksi maupun limbah rumah tangga. Untuk mengantisipasi masalah kerusakan lingkungan akibat limbah, perlu ada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan ketujuh kabupaten serta masyarakat yang ada di kawasan Danau Toba.

 

Lebihlanjutdikatakannya, Mengenai kegiatan Clean Up Danau Toba, yang
disebut juga dengan istilah “Gotong Royong” adalah bagian dari upaya mensinergikan program untuk mengurangi pencemaran di kawasan
Danau Toba. Kuatnya arus globalisasi dan perkembangan zaman yang
begitu cepat dampaknya juga memicu perubahan gaya hidup warga
masyarakat menuju sikap serta kepribadian individualistis.

 

 

Hal tersebut secara signifikan berdampak pada lunturnya semangat bergotong royong dan lama-kelamaan kegiatan kemasyarakatan ini seolah hilang. Kuatnya arus globalisasi tentu tidak dapat kita bendung, namun tetap perlu dihadapi dengan bijak. Sebagai masyarakat yang hidup di zaman ini tentu saja perlu untuk mengikuti perkembangan zaman.
Akan tetapi budaya asli bangsa juga jangan sampai hilang. Marilah bersama-sama kita galakkan kembali semangat bergotong royong dalam rangka menumbuhkan rasa cita, persaudaraan, kebersamaan serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

 

Dalam Acara tersebut juga dihadirkan adanya penyuluhan dari Universitas Sumatera Utara tejatang Sanitasi dan Penghijauan Guna meningkatkan Kebersihan Danau Toba dan Model Sanitasi Murah dan Sederhana
Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Lingkungan Hidup Provsu Dr Ir Binsar Situmorang Msi MAP Kades Saribu Raja, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Taput ,,Camat Muara serta undangan lainnya. (W03)

Loading...