Capres Joko Widodo Sebut Partai Gerindra, Paling Banyak Mengajukan Mantan Koruptor

233

Jakarta – Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyebut Partai Gerindra, yang dipimpin Prabowo Subianto, merupakan salah satu parpol yang paling banyak mengajukan mantan koruptor sebagai calon legislator (caleg). Dia merujuk pada data Indonesia Corruption Watch (ICW)

“Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa. Bahkan Pak Prabowo pernah bilang korupsi di Indonesia sudah stadium 4, tapi saya nggak setuju. Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin termasuk yang paling banyak calon mantan koruptor atau mantan napi korupsi. Caleg itu yang saya tahu yang tanda tangan adalah ketua umumnya, berarti Pak Prabowo,” kata Jokowi dalam debat capres-cawapres, di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta, Selatan. Pernyataan ini dilontarkan Jokowi itu ketika memasuki tema korupsi.

ICW sebelumnya merilis daftar 40 caleg mantan napi korupsi yang berlaga di Pemilu 2019. Daftar caleg eks napi koruptor itu dipublikasi di akun Twitter resmi ICW, @antikorupsi, pada Sabtu (5/1).

Ke-40 caleg mantan napi koruptor itu tercatat dari 11 partai politik dan DPD RI. Mereka terdiri atas caleg anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Baca juga: Disinggung Prabowo, Benarkah Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia?

Merujuk data ICW tersebut, Gerindra ada di urutan ke-2. Ada enam calon eks napi koruptor yang dimajukan Gerindra di Pemilu 2019. Posisi pertama diduduki Partai Golkar, posisi ketiga diduduki Partai Hanura.

Nama-nama calon eks napi koruptor dari Gerindra dalam data ICW adalah sebagai berikut:

Al Hajar Syahyan, dapil Tanggamus
Ferizal, dapil Belitung Timur
Mirhammuddin, dapil Belitung Timur
Mohamad Taufik, dapil DKI 3
Herry Jones Kere, dapil Sulut
Husen Kausaha, dapil Malut

Loading...