Calon Wagubsu Harus Dipercaya Rakyatnya

463

Medan | Sumut24

Sepak terjang Ketua DPD Hanura Sumut Zulkifli Efendi Siregar (ZES) yang mampu memboyong 10 orang kadernya duduk menjadi anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, merupakan gambaran suksesi kalau Partai Hanura di Sumut cukup besar, dari tolak ukur skala nasional. Sehingga, dengan dasar itu pula lah, kader partai Hanura mendorong ZES menjadi calon Wakil Gubernur Sumut.

“Kita harap DPP Partai Hanura menyetujuinya,” ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Sumut, Toni Togatorop kepada SUMTU24, Selasa (24/5), saat dimintai taggapanya soal Ketua DPD Hanura Sumut yang digadang-gadang menjadi calon Wagubsu.

Sebagai kader, lanjutnya, Toni menyatakan sangat mendukung kalau ZES ingin menjadi Wagubsu. “Harus betul-betul mencintai rakyat, mampu memberikan kenyamanan dan perhatian yang spesifik terhadap masyarakat Sumut,” sebutnya.

Menurut Toni, seorang Wakil Gubernur itu adalah orang yang mampu melihat dan melakukan perbaikan kedepan. Dipercaya oleh elemen dan juga masyarakat Sumut,kemudian diharapkan berhati nurani dan benar-benar mencintai rakyatnya.

“Sampai kini, kita belum tahu mekanismenya. Namun dari Sumut kita mendukung Zulkifli Efendi Siregar menjadi Wakil Gubernur Sumut. Karena pada prinsipnya, Hanura Sumut ini besar. Zulkifli telah membesarkan Hanura di Sumut,” tandasnya.

 

Sementara itu Dosen Ilmu Komunikasi Fisip UMSU,  Junaidi Al Jawawi,  Di SUMUT ini sebenarnya banyak orang yang memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan reformasi, memiliki intelektualitas yang jelas, jelas komitmen keimanannya, tapi tidak mempunyai kesempatan untuk merubah bangsa ini. Untuk itu, orang-orang seperti inilah yang harus diberi kesempatan untuk membangun Provinsi ini ke depan menjadi lebih baik.

 

“Untuk membangun sebuah masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, maka dibutuhkan  figur yang betul-betul berkarakter bijaksana. Kita memerlukan pejabat yang tidak hanya bersemayam di atas gedung tinggi, sibuk di balik meja dan ruang pertemuan, ruang rapat atau ruang-ruang yang memiliki kelas tertentu, tapi butuh yang cerdas dan jujur, ”katanya Selasa (24/5).

 

Sumut  tidak membutuhkan Pemimpin  yang bisanya hanya jalan-jalan ke luar negeri atau ke luar daerahnya tanpa mempertimbangkan kondisi internalnya. Untuk pemimpin ke depan tidak dibutuhkan sosok yang kemampuannya hanya bisa untuk memanfaatkan fasilitas kedudukan yang telah diberikan kepadanya.

 

“Ada Empat kriteria yang dibutuhkan sebagai figur pendamping Tengku Erry.  yaitu: Pertama, beriman. Seorang Pemimpin (dalam Level manapun) harus memiliki komitmen keimanan, senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral agamis. Prinsip keimanan yang terbangun dalam diri tersebut akan mampu membentenginya dari hal-hal yang melanggar aturan atau Undang-Undang,”ujarnya.

 

Kedua, Amanah dalam Tugas dan ikhlash dalam berbuat. Hanya orang-orang yang ikhlas hatinya tidak akan termasuki penyakit-penyakit yang ditawarkan syaithan.  Dalam kepemimpinan, umumnya hanya ada dua ideologi yang selalu muncul, yaitu mengorbankan rakyat untuk dirinya dan mengorbankan dirinya untuk rakyat.  Hanya pemimpin yang iklash dan amanahlah yang akan bisa mengorbankan dirinya untuk rakyat.

 

Ketiga: Ramah Merakyat. Bupati yang layak dipilih adalah mereka yang langsung bersosialisasi dengan rakyat. Rakyat SUMUT rindu dengan pemimpin yang  ramah dan merakyat saat bertemu serta  mau terjun ke lapangan secara langsung.

 

Keempat: mengupayakan terwujudnya kemaslahatan umat. Segi inilah yang banyak diabaikan oleh para pemimpin saat ini. Orientasi kepemimpinan yang semestinya ditujukan pada kemaslahatan umat berubah ke arah kepentingan dan kekuasaan. Calon pendamping Tengku Erry harus mampu mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau pun golongannya.

 

Kelima, Tegas dan Berani. Sumut terkenal dengan salah satu provinsi yang bisa dikatakan keras baik secara budaya/kultur ataupun secara geografis. Maka dibutuhkan seorang pemimpin yang berani dan tegas dalam melaksanakan kepemimpinannya.

 

“Oleh sebab itu Tengku Erry harus bisa mencari pendamping yag memiliki kriteria tersebut, mengingat sosok Tengku Erry bukanlah berasal dari suku Batak yang cenderung lebih tegas dan lugas,”pungkasnya.(W01/W04)

 

Loading...