Butuh Waktu 5 Jam, Sat Reskrim Polres Tanjun Balai Amankan 6 Pelaku Penganiayaan Hingga Korban Meninggal Dunia

MEDAN | SUMUT24.co

Dalam menjalankan tugas pokok dan pungsi (Tupoksi) Polri sebagai, Pelayan, Pelindung dan Pengayom, Polres Tanjung Balai Polda Sumut dalam hal ini Sat Reskrim Polres Tanjung Balai berhasil mengamankan 6 (enam) orang pria terduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkab korban meninggal dunia, pada Sabtu (8/1/2022) sekitar pukul 06.40 WIB.

Ke enam orang tersangka yang diamankan masing-masing berinisial BCM alias Buron (26) warga Jln. Prof. FL. Tobing, Lingkungan V, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, APM alias Ingat (36) warga Jln. Jamin Ginting, Lingkungan I, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, dan AALN alias Ipin (34), Fl. Tobing, warga Lingkungan V, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai.

Kemudian tersangka lainya yakni, RPN (17) warga Kota Tanjung Balai, JDS alias Goliong (27) warga Jln. Bawal, Lingkungan VI, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, WM alias Boston (26) warga Jalan Denai, Lingkungan V, Kel. Gading, Kec Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, dan TM alias Oppung Jonatan (55) warga Jln. Prof FL Tobing, Lingkungan V, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai.

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Triyadi SH SIK kepada wartawan, Kamis (15/1/2022) menjelaskan bahwa penangkapan terhadap para tersangka hanya butuh waktu 5 (lima) jam.

Dikatakan AKBP Triyadi orang nomor satu di Mapolres Tanjung Balai ini mengungkapkan bahwa, para tersangka ditangkap sehubungan dengan peristiwa tindak pidana penganiayaan secara bersama sama dimuka umum yang terjadi pada Sabtu (8/1/2022) sekitar pukul 01.00 WIB di Jln Alteri Lingkungan VI, Kel. Sirantau, Kec. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai tepatnya di bekas Coffe Hunter terhadap korban Marton Tondang alias Elibert Purba (30) warga Jln. Liang Atas Desa Nagori Purba Pasir, Kec. Harang Gaol Horison, Kab. Simalungun sehingga korban meninggal dunia.

“Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit becak bermotor, 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125, dan 1 batang kayu. Pelapor adalah Aprianto (37) seorang anggota Polri, warga Aspol Polres Tanjung Balai,” ujar AKBP Triyadi.

Lanjut Kapolres menambahkan, motif penganiayaan yang mengakibatkan korban meningal dunia karena sakit hati anak dari tersangka TM atau adik kandung dari tersangka BCM rusak atau disetubuhi korban serta barang berharga milik adiknya dijual oleh korban.

Kapolres Triyadi menambahkan, peristiwa tersebut diketahui ketika petugas kepolisian mendapat informasi tentang ada seorang laki-laki tergeletak di tengah tengah bekas cafe tersebut dan setelah dilakukan pengecekan ditemukan seorang laki-laki Marton Tondang alias Elibert Purba dalam keadaan tidak sadarkan diri dan di sekitar wajah terdapat beberapa luka lebam.

Selanjutnya sambung Kapolres Triyadi, korban langsung dibawa pelapor ke RSUD dr T Mansyur Tanjungbalai guna diberikan tindakan Medis dan VER. Namun setelah ditangani oleh dokter jaga RSUD selama 4 jam korban itu meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB.

Kemudian pelapor melaporkan kejadian itu kepada Kapolsek Datuk Bandar serta kemudian membuat laporan.

Berdasarkan laporan dari pelapor Arianto itu, personel Opsnal Sat Reskrim Polres Tanjungbalai yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai AKP Tri Prasetyo dan Kapolsek Datuk Bandar AKP Rekman Sinaga melakukan cek dan penyelidikan di sekitar TKP.

Dari hasil cek dan penyelidik diketahui bahwa salah satu pelaku yang melakukan penganiayaan kepada korban adalah tersangka BCM alias Biton.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tanjungbalai kemudian bergerak mencari keberadaan tersangka dan di dapat informasi bahwa tersangka berada di Jalan FL Tobing Gang Mahoni Lingkungan V, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Tim berhasil mengamankan tersangka pada Sabtu (8/1/2022) sekitar pukul 06.40 WIB. Tim menginterogasi tersangka BCM dan mengakui perbuatan tersebut bersama APM alias Ingot, AALN alias Ipin dan RPN alias Putra alias Goliong bersama teman-temannya yang saat ini dalam pengejaran tim.

Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap tersangka APM alias Ingot, yang mana didapat informasi bahwa tersangka berada di rumahnya di Jalan Jamin Ginting Lingkungan I, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar.

Tim bergerak dan sekitar pukul 11.30 WIB, tersangka APM berhasil ditangkap dan, mengakui melakukan perbuatan itu dengan cara memukul dada dan kepala korban. Kemudian dilakukan pencarian terhadap tersangka AALN, yang mana di dapat informasi berada di Jalan FL. Tobing Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai dan sekira pukul 14.00 WIB tersangka berhasil diamankan.

Dilakukan kembali pencarian terhadap tersangka RPN alias Putra, yang mana di dapat informasi berada di Jalan FL Tobing Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai dan sekitar pukul 15.30 WIB tersangka berhasil di amankan.

Kemudian didapat informasi pada Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 09.00 WIB bahwa tersangka JDS alias Goliong berada di Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai dan sekira pukul 10.00 WIB tersangka berhasil diamankan.

Di dapat informasi lagi bahwa tersangka WM alias Biston berada di Jalan FL Tobing Kelurahan Sirantau Kecamatam Datuk Bandar Kota Tanjungnalai dan sekitar pukul 15.00 WIB tersangka berhasil diamankan.

Saat ini seluruh tersangka yang berhasil diamankan menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Tanjungbalai. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keenam tersangka yang diamankan dan beberapa saksi, kemudian ditetapkan 1 tersangka lagi yaitu TM alias Oppung Jonatan dan juga telah diamankan di Polres Tanjungbalai.

“Terhadap para tersangka dipersangkakan pada Pasal 170 ayat (2) ke 3e jo Pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana,” terang Kapolres Tanjung Balai AKBP Triyadi.(W02)