BUMN Harus Dikomadoi Oleh Orang Profesional

27

 

MEDAN I SUMUT24.co
BUMN di Indonesia kerap selalu rugi, karena tidak dipimpin oleh orang yang tidak profesional. Makanya sudah saatnya BUMN harus dikomandoi orang-orang yang profesional sehingga Indonesia ini dapat maju dan berkembang, Ucap Direktur Lembaga Konsultansi Politik & Ekonomi Indonesia Syahrir Nasution kepada Wartawan, Kemarin.
Menurut Syahrir, Personal Power adalah kunci seorang profesion.
Kebanyakan anggota masyarakat msih keliru mengartikan arti / makna dri kata profesional secara tidak tepat. Umum nya mereka mengindentikkan pengertian Profesional dengan Ilmu yang dimiliki seseorang. Menurut mereka, seseorang yang Berilmu adalah seorang yang Profesional. Akibat kekeliruan ini banyak organisasi Bisniss maupun organisasi formal lainnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Atau bisa dikatakan gagal dalam menjalan kan roda organisasi tersebut. Begitujuga dengan Menempat kan seseorang yang
g berilmu pengetahuan dlm lingkup sistem kerja suatu organisasi itu merupakan hal yang lazim.
Akan tetapi Ilmu Pengetahuan yg di miliki tsb tidak secara otomatis langsung menjamin seseorang itu bekerja secara Profesional, Kenapa demikian?, karena pendidikan yang di miliki seseorang tidak menjamin ianya bekerja secara profesional. Bekerja akan lebih efektif pada mereka yang memiliki SKILLS ( keahlian ), sedangkan orang yang memiliki Ilmu Pengetahuan “ LEBIH BERSIFAT AKADEMIK”. Oleh sebab itu orang yg memiliki ilmu pengetahuan msih memerlukan waktu utk mengadaptasikan Ilmu nya terhadap Keahlian , agar ia nya mampu mengimplementasikan ilmu nya tersebut pada pekerjaan.
Hasil kerja (out put) yg diperoleh dri implementasi ini di jadi kan tolok ukur apakah seseorang itu : Profesional atau tidak. Seorang Profesional memiliki harga jual yang tinggi Keahlian nya yg mahal tdk di ukur dri jam kerja yg dipakai, tetapi dri Keahliannya menyelesaikan sesuatu pekerjaan atupun memecah kan seseuatu persoalan (Problem Solving) secara Tepat & Benar.
[Di negara maju, seorang Profesional bukan lah tenaga tetap dalam organisasi baik bisniss ataupun formal lainnya.
Jadi merupakan tenaga kerja part timer ( tenaga tidak tetap ), ia merupakan tenaga kerja bebas yang memilki tingkat gerak yg tinggi.
Jadi bisa saja ia berpindah tempat dri satu organisasi ke organisasi yg lain. Keahlian nya tdk terikat pd organisasi bisnis tertentu. Berdasarkan keahlian nya itulah ia dicari oleh banyak organisasi ataupun orang pribadi.
Ia bukan “ sosok pencari kerja”, sebalik nya Pekerjaan lah yg mencari diri nya.
Profesional jarang ada di tengah masyarakat karena jumlah nya terbatas.
Seorang Profesional tidak menjual tenaga physic ( Native Capacity), melainkan menjual Brain ( akal & pemikiran nya ).
Sebab itu harga nya mahal.Seorang Profesional mendapat kan penghasilan nya dri keahliannya.
[Di samping itu juga seorang Profesional mengejar keputusan bathin dalam bekerja yang tidak bisa di ukur dengan materi.(W03)

Loading...