BPD Desa Mangkai Temukan Pengerjaan Rabat Beton Pakai Air Peceran

LIMA PULUH | SUMUT24

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mangkai Lama Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Suherman Purba, M Saini, Marlan, Paidi, Edi Bento, menemukan pekerjaan jalan rabat beton, di Dusun V desa itu menggunakan air peceran.

Bahkan dalam penggunaan material diduga cenderung tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), namun juga merembet pada volume dari obyek yang dikerjakan.

Hal ini diungkapkan M Saini mewakili anggota BPD desa tersebut kepada Wartawan, Selasa (17/5) di Lima Puluh. Menurutnya, mereka sangat menolak hasil pekerjan yang dilakukan rekanan CV PM itu, sebab campuran untuk bahan juga diduga keluar dari juknis, di mana sebagian besar pengecoran itu sangat mini menggunakan batu pecahan.

“Itu terbukti saat kita melakukan kroscek ke lokasi pengerjaan. Kami selaku BPD Desa Mangkai Lama sangat menyayangkan sikap rekanan karena pada saat dilakukan pekerjaan instansi yang berwenang tidak mengawasi,”katanya.

Dia juga mengatakan pemerintah melalui Inspektorat dan Dinas Tarukim Batubara diminta turun untuk meninjau ke lokasi dan menindak lanjuti temuan BPD.

“Kita meminta agar instansi terkait turun ke lokasi untuk segera melakukan pengecekan ulang sebelum diserah terimakan agar nantinya masyarakat dapat menikmati akses melalui jalan rabat beton ini dengan nyaman, jangan sampai belum berapa lama malah lebih parah dari sebelum dikerjakan,”pintanya,

Menurut M Saini, anggota BPD sudah mempertanyakan pada dinas terkait, boleh apa tidak pengerjaan jalan rabat beton menggunakan air sisa buangan dari selokan rumah tangga. “Saat itu kita pertanyakan pada Dinas Tarukim, mereka bilang itu tidak boleh karena hasil kwalitasnya sangat diragukan. Yang jelas harus air bersih,”katanya menirukan jawaban orang dari instansi itu.

Informasi diterima wartawan selain BPD, warga lingkungan Dusun V Desa Mangkai Lama banyak tidak terima atas hasil pengerjaan itu. Karena menurut mereka proyek yang ada tersebut menggunakan uang negara yang berasal dari pajak yang telah dibayarkan masyarakyat.

Apalagi oknum yang memegang proyek itu beberapa waktu lalu juga sempat bermasalah di Kecamatan Tanjung Tiram atas proyek jalan rabat beton dari Dinas PU Kabupaten Batubara. Sehingga sebagian dari pengerjaannya dibongkar.

Kepala Desa Mangkai Lama, Sardalisyah saat dikonfirmasi SUMUT24 mengatakan, dirinya akan mengecek kebenaran rekanan memakai air peceran dalam pengadukan bahan bangunan jalan rabat beton di desanya, “Nanti kita cek kebenaran itu ya,”ucap kades.(jo)