BNN Gelar Training Of Trainer 4GN

MEDAN | SUMUT24
Upaya BNN Provinsi Sumatera Utara untuk membangun penggiat anti narkoba terus secara konsisten dilaksanakan di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memperluas jejaring dan perpanjangan tangan BNN, agar upaya P4GN dapat terimplementasi secara maksimal dan tepat sasaran.

Untuk menggerakkan komponen masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa dalam P4GN, BNN Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Training Of Trainer ( TOT ) Pemberdayaan Bidang P4GN Lingkungan Pendidikan tanggal 14–15 Mei 2016 di Farmasi USU.

AKBP Magdalena Sirait SSi selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatera Utara saat ditemui wartawan, Kamis (19/5) mengatakan, TOT di lingkungan mahasiswa merupakan wujud kepedulian nyata BNN dalam rangka mengakselerasikan P4GN melalui pemberdayaan potensi mahasiswa sebagai kaum intelektual yang memiliki potensi tinggi.

“Peran aktif mahasiswa di lingkungan kampus dalam rangka implementasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, menjadi hal yang sangat penting dan strategis. Maksud dan tujuan pelaksanaan TOT ini diharapkan dapat dijadikan sebagai panduan atau pedoman dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus,” ujar Magdalena Sirait.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sumatera Utara menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa menjadi lebih paham tentang permasalahan narkoba secara komprehensif. Pada akhirnya, mereka akan memiliki kesadaran untuk menanamkan komitmen yang kuat dalam upaya P4GN.

Dengan menjadi agen atau kader yang mampu menyebar luaskan pemahaman tentang masalah narkoba dilingkungannya. ”Saya harap, kegiatan ini tidak sampai disini saja, karena mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi kader,” imbuh AKBP Magdalena Sirait.

BNN juga sangat mengharapkan agar para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan bisa menjadi penggerak di kampus untuk aktif melaksanakan P4GN dengan cara mengintegrasikan kegiatan anti narkoba ke dalam program yang ada.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan TOT ini, selain banyak informasi tentang narkotika, peserta juga mendapatkan banyak materi lainnya seperti bagaimana menyusun rencana aksi sebagai peserta TOT, keterampilan berkomunikasi dan sebagainya.

Kegiatan ini sungguh mulia dan bermanfaat karena memberikan pembekalan materi yang lebih komprehensif kepada peserta TOT.

“Acara ini diharapkan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan kampus, sehingga lebih banyak lagi penggiat-penggiat anti narkoba yang menyampaikan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ke masyarakat khususnya di lingkungan kampus,” ungkap salah satu peserta.

Acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa perwakilan dari fakultas di lingkungan USU. Sementara yang menjadi narasumber adalah AKBP Magdalena Sirait SSi, Fitri Yanti SSos MA, Juliana Saragih MPsi dan Khairul Ardi Lubis. (W08)