Blanko KTP Habis, Masyarakat Asahan Diminta Bersabar

KISARAN | SUMUT24
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Asahan, kehabisan blangko Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dengan kejadian tersebut, masyarakat Asahan diminta harus bersabar saat setiap ingin mengurus KTP, karena menunggu datangnya blangko dari Kementerian Dalam Negeri, Bagian Administrasi Kependudukan di Jakarta.

Pantauan SUMUT24 di Kantor Disdukcapil Asahan, Selasa (14/6), tampak beberapa masyarakat yang hilir mudik di kantor Disdukcapil dengan sedikit kecewa. Sebab beberapa kali mereka datang ke kantor tersebut, hasilnya nihil karena belum bisa menerima KTP.

Seperti halnya Deny warga Kecamatan Rahuning yang harus pulang pergi dengan hasil hampa, karena belum mengetahui bila blanko KTP di Disdukcapil sudah tersedia.

“Jelas saya kecewa bang, karena kesini dari rumah sudah makan waktu hampir dua jam. Hendaknya Disdukcapil memberikan pengumuman kepada masyarakat agar jangan kecewa seperti ini,” katanya kesal.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asahan, M Rais ketika dikomfirmasi wartawan via seluler, membenarkan hal tersebut. Ia meminta masyarakat untuk bersabar sembari menunggu datangnya stok blanko KTP dari Jakarta.

“Kondisinya blako KTP memang habis. Saya meminta masyarakat sabar, karena kami sudah mengajukan permohonan permintaan blanko,” katanya.

Ia juga menambahkan, kosongnya blanko KTP terjadi, karena minimnya stok yang diberikan oleh Bagian Administrasi Kependudukan Kemendagri di Jakarta yang dijatah dalam satu kali pengambilan maksimal hanya 400 keping.

Sementara untuk kebutuhan pengurusan KTP di Asahan, setiap hari pembuatannya mencapai 100 keping. Terbatasnya stok tersebut menurutnya pengadaan blanko di kementrian masih dalam proses tender.

“Permintaan untuk pembuatan KTP di Asahan setiap harinya, mencapai 100 orang lebih. Sementara dalam sekali jatah pengambilan tidak sesuai dengan kebutuhan. Makanya tak jarang banyak masyarakat yang mengeluhkan lambannya proses pembuatan KTP,” jelas Rais.

Rais menambahkan, bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan masyarakat dalam mengurus KTP tetap terlayani walaupun dalam proses antrian yang cukup panjang. Dia juga menjelaskan, dalam hal mengatasi kekosongan blanko sementara ini, masyarakat dapat meminta surat keterangan dari kelurahan setempat. (teci)