BI Serahkan Bantuan Mesin Penggiling Padi kepada Gapoktan Sidodadi Langkat

107
Kepala KPw BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat langsung menyerahkan bantuan mesin penggiling padi kepada Ketua Gapoktan Sidodadi Maridin, di Desa Sukadame Timur, Dusun Sidodadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (6/2). SUMUT24/ist

Langkat I SUMUT24.CO

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara di tahun 2020 ini, semakin gencar mewujudkan kepeduliannya mengucurkan beragam bantuan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.

Usai menyerahkan bantuan mesin Batik Kelowong kepada Kelompok Batik Harmoni di Bandar Setia Ujung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (4/2) lalu, Bank Indonesia kembali menyerahkan bantuan mesin penggiling padi kepada Gabungan Kelompok Tani Sidodadi di Desa Sukadame Timur, Dusun Sidodadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (6/2/2020).

Advertisement

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat lansung menyerahkan alat tersebut kepada Ketua Gapoktan Sidodadi Maridin, disaksikan Kadis Pertanian Nasruddin, Kapolsek, Camat M Nawawi, Kades Riyadi, Dan Ramil, dan anggota Gapoktan, Langkat.

Wiwiek Sisto Widayat dalam sambutannya mengatakan, bantuan mesin penggiling padi ini adalah bentuk kepedulian Bank Indonesia dalam upaya meningkatkan perekonomian terutama rakyat pedesaan dan para UMKM melalui sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi berkembang demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah.

“Mesin Penggiling padi ini cukup membantu masyarakat pedesaan. Kita berharap kiranya jajaran pengurus Gapoktan dapat merawat mesin ini dan bersinergi dengan masyarakat,” harap Wiwiek.

Saat ini, dari data yang ada pada BI, ujar Wiwiek, anggota Gapoktan berjumlah 419 KK dan luas lahan 212 hektar, adalah lahan sawit dan rambung.

“Tentu dengan luas sawah 212 ha sawah bisa menghasil 4,7 ton padi. Untuk itu Gapoktan harus bersinergi dengan pemerintah daerah para stakeholder untuk melakukan pengembangan terutama penyaluran hasil pertanian. BI telah membina Gapoktan mulai tahun 2016, dan hingga saat ini sudah tersebar di beberapa daerah di Sumut termasuk UMKM,” ujarnya.

“Gapoktan ini tidak akan dilepas begitu saja, mereka akan tetap kami dampingi selama beberapa tahun ke depan. Kami juga akan bantu proses produksi pemasaran padi, baik itu UMKM. Saya harap mereka dapat berkembang dan bisa menjadi salah satu pilot project pengembangan tanaman padi dan dapat menekan inflasi di Sumut,” harap Wiwiek Sisto Widayat.

Dikatakannya lagi, dengan adanya bantuan mesin ini, bisa menjadi salah satu solusi menekan laju inflasi yang semakin tinggi di Sumut.

“Saya yakin dan percaya, petani dan pengrajin serta usaha UMKM Kab Langkat ini akan semakin terpacu untuk berkreasi, juga semakin rajin menanam padi. Dengan begitu, beras di Sumut akan tetap terpenuhi,” harap Wiwiek.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sidodadi Maridin menyatakan sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan Bank Indonesia ini. “Kami akan mempergunakanya sebaik mungkin dan tetap merawat mesin penggiling padi ini agar kebutuhan para petaniterpenuhi,” ujar Maridin.

Sedangkan Kepala Desa Sukadame Timur Riyadi menambahkan, Desa terdiri dari 6 dusun dengan jumlah warga kurang lebih 1000 KK. Penghasil mayoritas padi, namun sebagian ada sawit, rambung. Jumlah Gapoktan yang ada 12 kelompok.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Langkat Nasruddin mewakili dalam sambutannya mengatakan, penggunaan mesin padi ini dapat mempercepat proses penggilingan dan akan lebih murah dibanding ke tempat lain, efisiensi waktu. (R03)

Loading...