Bayi Perempuan Tanpa Hidung dan Bermata Satu Lahir di RSU Panyabungan

757
Kelahiran seorang bayi berjenis kelamin perempuan di RSU Panyabungan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Sumatera Utara, Kamis (13/9) siang sekira pukul 15.25 WIB, mendadak jadi perhatian masyarakat luas. Pasalnya, selain aneh dan kelahiran bayi itu dikategorikan langka.

Madina I SUMUT24

Kelahiran seorang bayi berjenis kelamin perempuan di RSU Panyabungan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Sumatera Utara, Kamis (13/9) siang sekira pukul 15.25 WIB, mendadak jadi perhatian masyarakat luas. Pasalnya, selain aneh dan kelahiran bayi itu dikategorikan langka.

Bayi tersebut merupakan anak ke 5 pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan. Nama ibu bayi tersebut bernama Suriyanti, kondisinya sehat, sedangkan suaminya menurut perawat, sangat syok belum di ketahui namanya. Pasangan suami istri ini merupaka pendatang asal Pulau Jawa, dan bekerja sebagai penambang liar.

Informasi yang diperoleh Wartawan dari petugas yang berjaga ruang perawatan anak menjelaskan bahwa kondisi kesehatan umum (KU) anak tersebut dibawah normal. Sedangkan bagian tubuh bayi lainnya semua dalam kondisi normal.

Bayi tersebut lahir pukul 15.25 wib dengan berat 24 gram, selain mata, hidung bayi juga tidak ada,”jelas perawat.

Kadis Kesehatan Madina dr.Syarifuddin Nasution yang datang langsung melihat kondisi bayi tersebut mengatakan, “bahwa kejadian ini tergolong langka, dan ini kasus ke 7 terjadi di seluruh dunia.Sebelum kejadian di Panyabungan ini (Indonesia), kasus yang sama terkahir terjadi di Negara Mesir,” ujar dr.Syarifuddin.

Penyebab kejadian ini masih belum diketahui secara pasti. Hanya menurut dokter bisa saja karena obat-obatan atau juga akibat mercury jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah bayi sebagai penambang emas liar, ataupun juga karena virus rubella. “Kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup,” kata Syarifuddin.

Lanjutnya, Rencananya bayi tersebut akan di rujuk ke Medan Sumatera Utara. Namun melihat kondisi bayi belum bisa dirujuk. “Kita takut di jalan karena dari keterangan Dokter kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari,” jelas Kadis Kesehatan ini.

Dia juga menjelaskan, “saat hamil 7 bulan sebenarnya sudah di ketahui ada kelainan dalam kandungan. Namun saat itu diperkirakan kelainan akan terjadi pada batok kepala,”ujarnya. (red)

SHARE