Bappeda Sumut Peringkat 16 Besar di Indonesia

Jpeg

MEDAN | SUMUT24

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara, kembali masuk peringkat 16 besar dari 33 provinsi di Indonesia untuk meraih Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2016. Penghargaan dari pemerintah pusat pada daerah dengan perencanaan pembangunan terbaik dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Hal ini terungkap dalam Penilaian Tahap II APN 2016 yang dilakukan tim penilai dari Badan Perencanaan Pembangunanan Nasional (Bappenas) yakni Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas, Wariki Sutikno dan Pakar Perencanaan Pembangunan, Dedi Masykur Riadi, di Aula Bappeda Sumut, Senin (21/3).

Menurut Wariki, Bappeda Provinsi Sumut sudah masuk dalam penilaian tahap dua yang menyisakan 16 besar Bappeda provinsi se Indonesia. “Kedatangan kami hari ini untuk memastikan laporan dan dokumen tertulis yang kami terima adalah benar adanya. Makanya kami meminta sejumlah stakeholder untuk hadir,” katanya.

Dalam penilaian kemarin, Tim Bappenas RI, melakukan hearing dengan sejumlah pihak seperti DPRD Sumut, pimpinan SKPD, Bappeda kab/kota, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Dewan Riset Daerah. Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Aripay Tambunan, mengatakan, proses perencanaan Bappeda Sumut sudah cukup baik. Menurutnya, yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana perencanaan itu konsisten hingga output.

“Terkadang masih ditemukan perencanaan tidak sesuai dengan yang dianggarkan. Kemudian yang harus diperhatikan juga adalah pelimpahan kewenangan sesuai UU No 23/2014, yang tentu juga memengaruhi perencanaan dan postur anggaran di provinsi,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu, Baharuddin Siagian menambahkan, dalam menyusun rencana kerja, pihaknya tetap berpatokan pada rencana yang disiapkan Bappeda Sumut. “Hanya saja terkadang, alokasi untuk pembangunan manusia seperti sektor kepemudaan, olahraga belum mendapatkan porsi seperti infrastruktur. Kami harap Bappenas bisa mendorong anggaran yang lebih besar dari pusat ke Sumut,” bebernya.

Setelah mendengarkan banyak informasi, Wariki Sutikno, mengatakan, hasil yang didapat dalam penilaian tahap dua ini, cukup memuaskan. Secara umum kata dia, proses perencanaan yang dilaporkan Bappeda Sumut untuk dinilai pada APN 2016, cukup memuaskan. “Secara umum sudah cukup baik, tapi kalau ada yang lebih menohok lagi, akan lebih mantap. Yang jelas APN itu hanya menilai proses perencanaan saja,” katanya.

Dikatakannya, proses politik, partisipatif, teknokratifnya, proses perencanaan sudah cukup baik. Kata dia, salah satu kriteria yang dinilai adalah implementasi e-government, seperti e-planning, e-budgeting dan sebagainya. “Kami lihat tahun ini Sumut belum ya. Mungkin 2017, nilainya baru naik,” ucap Wariki.

Menurutnya, jika lolos ke tahap lanjutan, Kepala Bappeda Sumut akan menyampaikan presentasi di Bappenas. Sementara Kepala Bappeda Sumut, Arsyad Lubis mengatakan, pihaknya optimis bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “Tahun ini kita masuk lagi 16 besar dari 33 provinsi. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat Sumut, kita bisa meraih hasil yang lebih baik,” ucapnya.

Arsyad mengakui salah satu model penerapan e-government adalah dilakukannya
e-planning dalam perencanaan daerah. Menurut dia, Pemprovsu sudah siap melakukan itu pada 2017. “InsyaAllah tahun depan, e-planning sudah bisa terealisasi. Di sana, proses perencanaan akan semakin transparan. Kita juga bisa melacak penyebab, kenapa misalnya satu perencanaan tidak tereksekusi di anggaran,” pungkasnya. (Ism)