Bank Muamalat Ajukan Penutupan Kantor ke OJK

489

Medan | Sumut24

Beredarnya isu sejumlah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Muamalat di Sumut tutup, Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera, Saryo mengakui memang ada pengajuan penutupan kantor Bank Muamalat. Akan tetapi, masih baru rencana dan belum ditutup. Untuk rencana penutupan tersebut merupakan KCP, bukan kantor cabang utama.

“Berapa banyak KCP yang diajukan akan ditutup, saya tak mengingat jumlah pastinya. Disarankan untuk menanyakan langsung kepada pihak Bank Muamalat,” katanya, Selasa (9/8).

Dalam persetujuan pengajuan akan ditutupnya KCP tersebut, tentunya ada pertimbangan dan tidak langsung menerima begitu saja. Artinya, ada persyaratan dan hal-hal yang harus diperhatikan.

“Apakah disetujui belum bisa dipastikan dan tergantung pimpinan. Saat ini masih proses, baru usulan dan ada pertimbangan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Diutarakannya, setiap tahun ada pengajuan penutupan dan pembukaan kantor bank baru. Karena hal yang biasa, jadi jarang diumumkan ke publik.

“Rencana penutupan KCP tersebut merupakan hal yang biasa. Kita di OJK itu, masalah pembukaan baru (kantor) atau penutupan, sudah biasa menerima hal itu. Ini artinya, bukan sesuatu yang luar biasa dan juga hal yang baru. Kalau ada perbankan yang ingin menutup kantornya terlebih dahulu mengajukan ke kita. Jadi, ini tidak hanya Bank Muamalat tetapi bank lainnya juga. Untuk pengajuan penutupan tersebut (KCP Bank Muamalat) sudah diajukan setahun yang lalu,” katanya.

Disinggung mengenai alasan pengajuan ditutupnya sejumlah KCP Bank Muamalat, menurut Saryo, buka tutup kantor bank sudah biasa dilakukan. Rencana buka maupun tutup kantor tentu sudah dicantumkan di Rencana Bisnis Bank (RBB) masing-masing yang disusun tahun lalu.

“Kalau alasan penutupan itu bervariasi. Ada yang karena sewa gedung sudah jatuh tempo, ada juga alasan untuk perbaikan kinerja atau juga optimalisasi kantor layanan dan lain sebagainya. Hitung-hitungannya kemungkinan kalau di suatu daerah ditutup, pertimbangannya mereka yang tahu seperti apa,” ucapnya.

Saryo melanjutkan, mengenai dampak terhadap nasabah, kemungkinan sudah diantisipasi oleh bank yang bersangkutan. Artinya, sudah ada cara mengantisipasinya dan layanan terhadap nasabah tetap berjalan seperti biasa.

Head Regional Sumut Bank Muammalat, Rudi Faisal Batubara menyatakan, sebetulnya tidak dalam rangka proses penutupan kantor, melainkan optimalisasi jaringan layanan.

Namun sayangnya, Rudi tak menjelaskan lebih jauh berapa banyak KCP yang dioptimalisasi dan dimana saja. Dia menyarankan, untuk informasi lebih detilnya dapat konfirmasi kepada corporate affairs Bank Muamalat pusat agar ‘satu pintu’.

“Bank Muamalat tidak ditutup, yang dilakukan adalah optimalisasi kantor cabang untuk menuju lebih baik. Untuk layanan kepada nasabah tetap dilakukan seperti biasa,” pungkasnya. (W04)

Loading...