Bank Indonesia Dorong Kelompok Juli Tani Berani Ekspor Hasil Pertanian

214
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat neresmikan bangunan Learning Center di Kelompok Juli Tani, di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/11/2020). SUMUT24/amru lubis

Deli Serdang I SUMUT24.CO
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat merasa bangga dan bersyukur karena keberhasilan yang telah dicapai dari Kelompok Tani Juli Tani pimpinan Yareli ST di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/11/2020).

Pasalnya, Kelompok Tani Juli Tani yang menjadi binaan Bank Indonesia ini sudah memiliki anggota sebanyak 105 orang, mampu sudah membuktikan karya nyata mereka.
“Bank Indonesia merasa puas dengan pencapaian Kelompok Tani Juli Tani dalam menghasilkan produk cabai merah dan juga padi. Kelompok Juli Tani mampu menghasilkan 21 ton cabai dari satu hektare,” ujar Wiwiek Sisto Widayat ketika meresmikan bangunan Learning Center di Kelompok Juli Tani, di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wiwek Sisto Widayat, biasanya dari satu hektare, produktivitas cabai merah hanya 10 hingga 11 ton. Wiwiek mengatakan, pembangunan Learning Center ini merupakan salah satu upaya BI untuk melakukan pendampingan, mulai dari sisi hulu hingga hilir. Dan yang menarik lagi, bagaimana Learning Center ini tidak hanya menjadi tempat untuk peningkatan capacity building, tetapi sudah menjadi sumber ekonomi baru.

“Bahkan saat ini dari pengakuan Ketua Kelompok Tani Juli Tani Yareli ST, dari pengembangan usaha ini, anggota Kelompok Juli Tani sudah bisa membuka penginapan dan kuliner di Desa Desa Sidodadi ini. Sudah bisa memunculkan usaha berjualan yang dilakukan masyarakat sekitar lokasi,” kata Wiwiek.

Dikatakannya, tahun ini menjadi tahun untuk memperbaiki infrastruktur, memperbaiki struktur ekonominya, termasuk memperbaiki produktivitas komoditi. “Sehingga nantinya di 2021, pada saat tekanan ekonomi naik kembali, dan tekanan inflasi akan kita alami, maka tidak ada lagi masalah isu ketersediaan pasokan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wiwiek juga mendorong Kelompok Juli Tani untuk berani mengekspor produk pertanian yang dihasilkan. Apalagi saat ini, Juli Tani juga sudah mengelola peternakan. “Tahap awal kita bisa titipkan kepada yang sudah punya nomor induk kepabeanan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Deliserdang, Syarifah yang mewakili Bupati Deliserdang mengatakan, keberadaan Learning Center ini diharapkan menjadi wahana pembelajaran dan pemberdayaan bagi para kelompok petani yang berada di kawasan Deliserdang.

“Yang pada akhirnya kita harapkan dapat memperbaiki berbagai kelemahan yang ada pada sistem pertanian. Dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan,” kata Syarifah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Juli Tani, Yareli mengatakan, Learning Center yang dibangun atas bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sudah menarik minat petani dari luar Deliserdang untuk datang dan belajar. “Jadi manfaat bangunan ini sudah mulai dirasakan petani dari daerah lain,” katanya.

Kelompok Tani Juli Tani yang fokus pada budidaya cabai merah dan padi serta saat ini mengembangkan peternakan kambing sudah menjadi mitra binaan BI Provinsi Sumut sejak tahun 2017 lalu. (R03)

Loading...