Balon Bupati Zulkifli Barus : Bupati Diminta Keluarkan izin tempat wisata Sungai Buaya

244
Balon Bupati Partai Golkar Zulkifli Barus

Balon Bupati Zulkifli Barus : Bupati Diminta Keluarkan izin tempat wisata Sungai Buaya

SERGAI I SUMUT24
Balon Bupati Partai Golkar H. Zulkifli Barus menghimbau Bupati Serdang Bedagai Ir.H. Soekirman membantu serta memfasilitasi masyarakat Sungai Buaya, Kecamatan Selindak untuk mengembangkan deistinasi melalui pengelolaan kawasan wisata Sungei Buaya.

Zulkifli Barus mengatakan hal itu kepada SUMUT24 Kamis (5/3), di Pekan Sei Buaya seusai menerima keluhan warga terkait penolakan Kades tentang izin pengelolaan kawasan wisata Sungei Buaya.

Diungkapkan, warga sudah hampir satu tahun berusaha untuk mendapatkan izin mengelola lokasi bekas kuwari (tangkahan batu) yang akan dijadikan tempat wisata. Meskipun semua instansi terkait sudah didatangi namun tetap saja tidak berhasil.

Balon Bupati Zulkifli Barus menyebutkan, Bupati Soekirman diharap memperhatikan warga yang membutuhkan perlindungan dari aparat desa yang otoriter hingga begitu saja mengabaikan nasib warga.

Apalagi warga yang punya potensi memiliki keinginan untuk memajukan daerah guna meningkatkan perekonomian maupun kesejahtraan masyarakat.

“Upaya warga hendaknya mendapat dukungan pemerintah bukan sebaliknya menghalang-halangi masyarakat. Tutur Bung Zul panggilan akrabnya.

“Bupati diharap menaruh perhatian hingga dapat membantu tentang penerbitan izin pengelolaan kawasan wisata dimaksut yang berada di Dusun Negri Simapang, Desa Sungai Buaya sekaligus melakukan pembinaan untuk kemajuan masayarakat didaerah tersebut, tutup Zulkifli Barus.

Jhon Aman S. Lingga yang menyampaikan aspirasi mengungkapkan, saat ini banyak warga merasa tidak diperhatikan hingga resah dan gelisah karena pengurusan izin mengelola lokasi parawisata ditolak Kades Yan Sari Saragih.

Demikian juga, BPD Sungai Buaya sudah memohon rekomendasi kepada Camat Selindak Esdin Damanik, SE tapi tidak dikeluarkan. Alasan tidak dikabulkan karena Camat segan pada Kades setempat yang mempunyai kewenangan atas lokasi dimaksut.

Padahal surat permintaan rekomendasi kepada camat dibuat berdasarkan saran pejabat dari di Kantor Dinas Parawisata dan Kantor Dinas Satu Atap Serdang Bedagai.

Meski tidak direkomendasi oleh Kades, cukup Camat saja bisa membuat rekomendasi ke Dinas Satu Atap di Kabupaten Serdang Bedagai, kata Jhoni Aman S. Lingga mengutip ucapan pejabat dikantor parawisata dan kantor perizinan satu atap Lubuk Pakam.

Menurut Jhoni, rencana pembukaan kawasan rekreasi ditempat ini bukan bersipat pribadi, akan tetapi merupakan kebersamaan sekaligus ingin memajukan daerah Sungai Buaya.

Jika bisa dikelola, lanjut Jhoni, tadinya sudah ditetapkan pembagian dana dari pemasukan hasil pengelolaan
tempat rekreasi. Seperti pemlik tanah 25 %, untuk desa 10 %, untuk pajak 12%, penjaga 10 % dan selebihnya biaya untuk muda -mudi sebagai pengelolala kawasan lahan tersebut.

Yang meherankan, tambah Jhoni, penolakan Kades itu tidak disertai dengan penjelasan kongkrit sehingga menimbulkan kecurigaan warga. Apalagi saat ini beredar isyu Kades YSS selalu berkomunikasi dengan pengusaha kuwari dari medan.
Apa mau direkomendasikan Kades kepada pengusaha tangkahan batu kawasan yang begitu cantik dan indah itu, terang Jhoni. (Hari’S).

Loading...