Bakopam Sumut: Tutup PT SMGP

Medan I Sumut24.co
Sudah berulang kali PT SMGP membuat kesalahan fatal akibat kelalaian manajemen sehingga terjadinya kebocoran gas H2S dan sudah memakan korban ratusan orang dan meninggal dunia warga sibanggor secara terus menerus. Untuk itu kita berharap kepada pemerintah agar segera menghentikan dan menutup operasional PT SMGP dari segala aktifitasnya, demikian dikatakan Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (Bakopam) Sumut Ibnu Hajar kepada Wartawan, Kamis (29/9).

Menurut mantan Ketua GP Ansor Medan itu, PT SMGP tidak lagi bisa ditolerir, sampai kapan masyarakat menahan rasa ketakutan dan kekhawatiran akan kebocoran gak kembali. Makanya kita berharap pemerintah harus tegas mengambil sikap dengan menutup PT SMGP dengan segera dari berbagai aktifitasnya. “Jangan terus rakyat yang dikorbankan akibat manajemen yang bobrok tersebut, tegasnya.

Untuk diketahui, peristiwa yang diduga dari kebocoran gas di PT SMGP Madina sudah berulang kali terjadi. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sudah ada enam kali kejadian warga dilarikan ke rumah sakit diduga akibat keracunan, termasuk kejadian pada 27 September 2022.

Kejadian terbesar terjadi pada 25 Januari 2021 tahu lalu, setidaknya ada lima warga yang meninggal dunia. Dua diantara korban meninggal diduga menghirup gas tersebut adalah anak kecil, serta puluhan warga dilarikan ke rumah sakit.

Satu tahun berselang, tepat pada 6 Maret 2022 PT. SMGP kembali mengancam nyawa warga sekitar. Setidaknya 57warga dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas yang diduga gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang bocor.

Di akhir bulan berikutnya, tepatnya hari Minggu (24/4/2022) kejadian serupa terulang kembali. Setidaknya ada 21 orang yang dilarikan ke rumah sakit pada saat itu.

Terakhir, Jumat (16/9) kemarin, warga sekitar kembali harus dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas yang diduga hasil dari aktivitas PT SMGP. Setidaknya ada delapan orang yang dilarikan ke dua rumah sakit yang berbeda.tim