Bagaimana Belajar di Bangkit Dapat Buka Peluang bagi Perempuan Ingin Berkarir di Bidang Teknologi

Jakarta I Sumut24.CO

Bangkit terafiliasi dengan Kampus Merdeka – Studi Independen Bersertifikat (SIB) yang setara dengan 20 SKS. Program rintisan ini akan membantu mahasiswa membangun keterampilan yang relevan dengan dunia industri teknologi dan informasi. Bangkit dirancang khusus oleh Google dan berjalan dengan dukungan penuh dari GoTo, Traveloka, dan Deeptech Foundation. Kelas Bangkit 2022 resmi diikuti oleh 3.100 mahasiswa yang seperempatnya adalah perempuan. Simak kisah alumni Bangkit, Dara Mulia.

Dara Mulia (22) adalah perempuan lulusan Bangkit 2021 dan alumni Universitas Gunadarma jurusan Teknologi Informasi. Selama mengikuti Bangkit, ia terpilih menjadi Fellow untuk Stanford University Innovation Fellows mewakili kampusnya. Selain itu, Dara juga berkesempatan mengunjungi Googleplex di Mountain View, California. Kini, Dara berprofesi sebagai Co-Founder dari aplikasi yang ia buat bernama UG FoodHub.

Setelah belajar di Bangkit, Dara dan tim berhasil meraih penghargaan sebagai Best Collaboration in TAF Incubation 2021 oleh Toyota Astra Financial. Dalam kompetisi tersebut, Ia membuat aplikasi Android yang dapat membuat pengguna merasakan pengalaman mengendarai mobil tanpa harus datang langsung ke showroom.

“Sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa untuk membuat sebuah produk atau inovasi adalah hal yang mahal dan membutuhkan keterlibatan banyak orang. Ide-ide yang ada dalam diri saya pun terhambat karena pikiran saya sendiri, yang menyebabkan diri sulit berkembang. Namun, Bangkit mengajarkan saya bahwa untuk berinovasi bukanlah hal yang sulit, karena banyak pendekatan yang dapat dilakukan, seperti menerapkan metode MVP (Minimum Viable Product) dalam proses pembuatan serta pola pikir Growth Mindset untuk selalu berpikir positif dan berani mencoba. Menerapkan dua hal ini, membuat saya untuk pertama kalinya dapat memenangkan kompetisi bisnis.” ungkap Dara.

Aplikasi UG FoodHub.

Bangkit bekerjasama dengan University Innovation Fellows program dari Stanford University, di mana Dara dan tim membuat UG FoodHub, sebuah marketplace untuk jual beli jajanan di Universitas Gunadarma, Depok. Inisiasi ini bermula karena kampus tempat Dara belajar tidak memiliki kantin sejak dibangun pada tahun 1981, karena kampusnya ingin memajukan perekonomian warga yang tinggal di sekitar kampus. Untuk saat ini, aplikasi akan memasuki tahap ujicoba di Kampus E Universitas Gunadarma dengan jumlah civitas akademik 1000 orang. Harapannya UG FoodHub dapat menjangkau seluruh civitas di 14 kampus yang beranggotakan 42.809 orang.

Tidak tanggung-tanggung, setelah lulus dari Bangkit 2021 dan mempelajari Cloud Computing, Dara kembali berpartisipasi dalam program Bangkit 2022 untuk mempelajari Machine Learning. Lebih lanjut, Dara menyadari bahwa dirinya belum pernah mendapatkan pelatihan soft skill selengkap yang diajarkan Bangkit, membuatnya kembali berpartisipasi. Pesan Dara pagi perempuan yang ingin berkarir di bidang teknologi, “Tech is a lifetime learning, so keep learning, build your portfolio, jangan berhenti belajar, dan stay up to date in new technologies k,arena pada akhirnya gender doesn’t matter”.(red-1)