Badai Angin Berombak Kuat,Nelayan Kuwala Gebang Urung Melaut Ikan naik

364

Langkat l SUMUT24

Tidak ada kepastian alat tangkap yang ramah lingkungan berdasarkan Keputusan Kementrian Kalautan Dan Perikanan RI Nomor Kep 06/MEN/2010 Tentang Alat Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI,sementara untuk menggali sumber daya alam di perairan Langkat perlu penyesuaian alat tangkap dengan situasi dan kondisi alam nya,membuat nelayan kebingungan ,terlebih badai angin dan ombak yang kuat membuat nelayan Kuwala Gebang jadi urung melaut,Senin (22/2/2021) sekira pukul 14.00 wib.

Mahal nya harga ikan biasa dan ikan teri di Sumatra Utara turut mempengaruhi pasaran Medan, di pengaruhi sulit nya bahan di dapat perairan Kuwala Gebang – Langkat.

Apok salah seorang pengusaha ikan di Kuwala Gebang mengatakan,Situasi sulit nya mendapatkan hasil tangkap ini sudah berjalan 2,5 tahun lamanya,untunglah masih ada perkebunan sawit yang menutup biaya anggota saya untuk melaut,sudah gak tau lagi mau bilang apa.sekarang ini,ujar Apok.

Selain badai angin disertai ombak yang besar,alat tangkap yang kita miliki sudah tidak mampu bersaing untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan yang memadai,aturan tentang alat tangkap yang di tentukan Kementrian Kelautan Dan Perikanan membingungkan nelayan Langkat,terang Apok.

Menurut Apok,Seperti ikan teri di perairan Sungai Kuwala Gebang Langkat mutu dan kwalitas nya sangat baik dan banyak,bisa menormalkan harga ikan teri di pasaran Medan beberapa tahun lalu,dengan ada nya larangan Pukat Tarik Dua di anggap tidak ramah lingkungan maka tidak di perbolehkan lagi beroperasi di Perairan Sungai Kuwala Gebang Langkat,prekonomian Kuwala Gebang bisa di katakan waktu itu sangat lumayan,sangat berbeda situasi nya sekarang,kata Apok.

Harga ikan teri sekarang mencapai ratusan ribu,begitu juga cumi cumi mencapai enam puluh ribu rupiah.di pasaran,mahal harga nya tapi barang nya sulit di dapat,imbuh Apok.

Dari pantauan di lapangan ,seperti di pajak Stabat Selasa 23/2/2021 sekira pukul 06.00 wib,pedagang ikan yang biasa nya menjual berbagai jenis ikan cuking,gembung dan udang,terlihat sepi tidak ada barang masuk,baik dari Aceh,Belawan maupun dari ikan lokal Secanggang,Tanjung Pura maupun Brandan,dampak dari badai angin dan ombak besar membuat nelayan jadi urung melaut.

” Ikan di pajak kosong,terpaksa beli ayam boiler aja dari harga Rp.28.000/Kg menjadi,Rp.32.000/Kg,ikan lele pun ikut naik dari harga Rp.18.000/Kg menjadi Rp.22.000/Kg,udang halus untuk rencah aja seperempat mencapai Rp.15.000″, keluh Masitah omak omak yang keseharian nya usaha keteringan.(AYR)