ASN Pemko Medan Pamer Istri Baru Tinggalkan Istiri Sah

Medan I Sumut24.co
Padahal masih memiliki istri, seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Medan, Sumatera Utara malah menikah lagi dengan wanita lain.

Bukan diam-diam, ASN yang disebut merupakan pegawai dari Pemko Medan itu juga menggelar resepsi pernikahan hingga pamer kemesraan dengan istri baru.

Sampai-sampai, istri sahnya datang menggrebek acara pernikahan tersebut.

Diwartakan Tribun Medan jaringan Serambinews.com, kemarin, ASN itu dilaporkan bernama M Abdi, pegawai Pemko Medan yang konon kabarnya bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan.

Ia dikabarkan menikah lagi dengan mantan pacarnya yang sudah memiliki anak satu.

Menurut pengakuan Intan, istri sah dari ASN tersebut, pernikahan antara suami dan wanita yang merupakan mantan pacarnya itu berlangsung pada pertengahan 2021 lalu.

“Jadi aku tahunya itu beberapa hari sebelum resepsi, pernah dengar dari seorang teman. Itu resepsi pernikahan di bulan Juni tahun 2021 kemarin,” ujar Intan, kepada Tribun-medan.com, Kamis (31/3/2022) kemarin seperti dilansir dari pemberitaannya.

Diceritakan Intan, saat itu dia datang ke resepsi pernikahan suaminya sambil menggendong kedua anaknya yang masih balita.

Dia datang bersama ibu dan keluarga lainya. Di sana dia melihat pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu sedang mengenakan baju pengantin.

Kedatangan Intan membuat kedua keluarga mempelai kaget.

Sementara suaminya hanya terdiam saat mengetahui Intan datang ke pernikahannya.

“Jadi aku sambil gendong anak kesana, begitu aku datang mereka hanya terdiam. Aku bilang kepada mereka jika aku masih istri sah dari Abdi. Tapi mereka malah bilang kalau soal itu tanya saja suamimu.

Aku datang kesana cuma buat kasih tahu jika Abdi itu masih punya istri dan anak, aku tidak untuk buat ribut. Selesai itu pun kami langsung pulang,” jelas Intan.

Gonjang ganjing perselingkuhan suaminya ini sebenarnya sudah terendus oleh Intan sejak awal tahun 2021 lalu.

Intan menyebutkan, saat itu tingkah laku suaminya sudah berubah.

Selain sering marah, dia juga mendapati beberapa pesanan kamar hotel sang suami dari dalam handphone.

“Sejak awal tahun 2021 sebenarnya sudah mulai tau, tapi sampai bulan Mei kita masih sama dalam satu atap. Sampai lebaran masih di rumah, tapi beberapa kali dia tidak pulang, dan ada cekcok lah dalam rumah tangga. Waktu bulan Juli disitu mulai tidak pulang lagi karena habis nikah itu,” sebut dia.

Usai melangsungkan pernikahan dua bulan, suaminya sempat kembali ke rumah yang ditempati bersama Intan dan kedua anaknya.

Diakui Intan, saat itu dia masih mau menerima suaminya karena memikirkan kedua buah hatinya yang masih kecil, sambil berharap suaminya dapat berubah.

“Bulan 8 itu dia sakit dan pulang ke rumah, karena mikir anak anak ya sudah aku terima, ku kira dia bakal berubah, ternyata beberapa hari di rumah dia kembali lagi ke rumah perempuan yang dia nikahi itu,” keluh Intan.

Melihat suaminya tidak berubah, Intan pun kecewa. Lantas dia melaporkan suaminya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan.

Hal itu menyusul perlakuan suaminya yang tidak memberi nafkah kepada istri dan anaknya usai menikah kembali.

Namun kata Intan, laporannya itu mandek di BKD tanpa kejelasan.

Intan pun lantas melaporkan Abdi ke Polrestabes Medan dengan pasal penelantaran keluarga.

“Aku sudah laporakan ke BKD tapi belum ada tindaklanjut. Tapi yang di Polrestabes Medan alhamdulillah sudah beberapa kali dipanggil dan memberi kesaksian. Karena saya dan anak anak saya tertekan dengan perlakuan suami saya yang tidak menafkahi lahir batin dan kerap datang untuk membuat keributan,” kata Intan.

Intan pun berharap agar kasus yang dia alami segera mendapatkan respon dari Pemko Medan tempat Abdi bertugas.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Zain Noval mengatakan akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

“Coba saya , apakah laporan masuk ke BKDPSDM, tapi sebaiknya dilaporkan ke Disdukcapil terlebih dahulu agar dikonfirmasi kepada yang bersangkutan,” tuturnya.

Zain mengatakan jika terbukti benar, maka Abdi telah melanggar aturan disiplin dan akan dijatuhi saksi. Kendati begitu pihaknya masih melakukan penelusuran lebih jauh terkait hal itu.

“Pelanggaran Disiplin sesuai PP 94 Tahun 2021 akan diterapkan, namun harus ada pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat,” tuturnya. Red