Antisipasi Penyebaran PMK, Pemkab Sergai Mulai Suntik Vaksin Ternak Lembu

SERDANG BEDAGAI | SUMUT24

Mendapatkan 300 dosis vaksin penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) langsung melakukan penyuntikan perdana terhadap hewan ternak milik warga di Dusun V Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul, senin (27/6/2022).

Penyuntikan perdana tersebut turut disaksikan Bupati Sergai H Darma Wijaya, Kapolres AKBP. Ali Machfud, Staf Ahli Bupati Nasrul Azis Siregar, Kapolsek Dolok Masihul AKP. Khairul Saleh, Sekretaris Dinas Ketapang Sergai Mira Montana, Camat Dolok Masihul Muriani, Kades Dolok Manampang Dedi Tonggo Tua Turnip serta Kabid Peternakan dan kesehatan hewan Dinas Ketapang Taruli Purba.

Disela sela penyuntikan vaksin tersebut, Bupati Darma Wijaya mengatakan, bahwa dilakukannya penyuntikan vaksin ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan ternak milik warga.

“Hari ini, kita melakukan penyuntikan perdana pada hewan ternak milik warga di Desa Dolok Manampang. Kita berharap, setelah dilakukan penyuntikan ini, penyebaran PMK pada hewan ternak khususnya lembu dapat kita cegah,” ungkap Bupati Darma Wijaya.

Dijelaskan Bupati, untuk tahap pertama ini, Pemkab Sergai mendapatkan 300 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian. Jumlah tersebut masih terbilang sangat kurang dibandingkan jumlah hewan ternak milik warga yang ada di Kabupaten Sergai.

“Dengan melihat jumlah hewan ternak yang ada di Kabupaten Sergai, tentunya jumlah itu masih terbilang sangat kurang, kita juga berharap mendapat penambahan vaksin agar seluruh hewan ternak di Kabupaten Sergai dapat divaksin secara merata,” ujar Bupati Darma Wijaya sembari mengatakan agar para peternak tetap bersabar.

Meski sudah di vaksin lanjut Bung Wiwik sapaan akrab Bupati Darma Wijaya, dirinya juga mengimbau kepada peternak khususnya hewan lembu, agar selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan kandangnya.

“Jangan takut, penyakit PMK ini dapat disembuhkan dengan cara menjaga kebersihan kandang, serta asupan gizi kepada sapi perlu di tingkatkan, dan terutama menjaga imunitas tubuh pada hewan ternak tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketapang Kabupaten Sergai Mira Montana menjelaskan bahwa vaksin yang diberikan kepada hewan ternak ini jenis Aftopor. Vaksin ini diperuntukkan bagi hewan ternak yang sehat dan belum pernah terpapar PMK.

“Vaksin jenis Aftofor ini merupakan vasksin yang pertama, nanti selanjutnya akan ada vaksin kedua dan ketiga,” jelas Sekretaris Dinas Ketapang Sergai Mira Montana.

Lebih lanjut dijelaskan Mira, bahwa vaksin yang diterima oleh Dinas Ketapang ini belum sesuai dengan kebutuhan. Meski demikian, Dinas Ketapang akan terus berupaya agar seluruh hewan ternak di Kabupaten Sergai ini bisa merata di vaksin.

“Dari jumlah vaksin yang kita terima tentunya belum bisa merata ke seluruh Kecamatan. Namun, kami akan tentukan skala prioritas dari kecamatan dengan sebaran kasus yang tinggi,” ujarnya.

Untuk diketahui, menurut data dari Dinas Ketapang Kabupaten Sergai per 27 Juni 2022, sudah ada 1070 ternak sapi yang terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 251 ekor dinyatakan sembuh.

Di Kabupaten Sergai, PMK pada hewan ternak lembu ini tersebar di 15 Kecamatan, hanya dua Kecamatan yakni Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Bintang Bayu berada di zona hijau.(Bdi)