Anggota DPR RI : Gerakan BerSifat Merongrong Ideologi Harus Disikapi Serius

0
799

KOTAPINANGlSUMUT24

Anggota DPR RI, Trimedya Panjaitan SH MH mengatakan, gerakan akan bangkitnya Partai Komunis Indonesia belakangan ini menjadi persoalan yang sedang hangat secara nasional. Bangkitnya gerakan itu lebih dikenal dalam bahasa dogmanya “Bahaya Laten”.

Untuk itu, Trimedya Panjaitan pun menegaskan bahwa semua gerakan yang sifatnya merongrong ideologi harus disikapi dengan serius dan tidak boleh terjadi.

“Belakangan ini sering kita dengar dan kita lihat maraknya simbol palu arit lambang Partai Komunis,” ucap Trimedya Panjaitan SH MH saat dikonfirmasi SUMUT24 seusai membuka Rapat Kerja cabang PDIP Labusel, Sabtu (14/5)

Bahaya laten itu, sebutnya memang ada dan penanganan tidak perlu reaktif. Bukan artinya kita memberi ruang untuk gerakan bahaya laten itu. Caranya dengan sosialisasi itu bagian penanganan yang baik.
Memang kita lihat anak muda saat ini lagi trend dengan lambang palu arit.

“Di kalangan anak muda simbol palu arit sekarang menjadi trend,” katanya mengambarkan kondisi saat ini.

Ditambahkannya, menurut Menteri Politik Hukum dan Ham, bahwa memghadapi gerakan bahaya laten semua pihak dilibatkan. Namun cara penanganannya tetap tidak terlalu berlebihan. Intinya bahwa ideologi Pancasila adalah harga mati di NKRI. “Ideologi kita harga mati,tidak bisa diganggu gugat,” pungkas.

Di tempat yang sama berapa orang kader PDIP ketika ditanya apa tanggapan tentang munculnya gerakan laten di kalangan anak, salah seorang dari kader menyatakan siap menjadi yang terdepan untuk melawan gerakan laten yang ada, khususnya bila ada di Labusel.

Namun begitupun,tambahnya pemerintah pusat sampai ke daerah harus mengantisipasi dan membuat sosialisasi bahwa bahaya laten itu tidak boleh.

Jangan nantinya baru kita bertindak setelah terjadi dan Pemkab Labusel juga harus banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat.Mereka juga siap bila dibutuhkan.

“Perjalanan sejarah bangsa yang hitam jangan.terulang lagi, mari kita jaga keutuhan NKRI dengan Ideologi Pancasila,” kenangnya. (zai)