Anak Mantan Wartawan dan Pernah Jadi Kuli

831

Ayah calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal Tito Karnavian, Achmad Saleh, adalah seorang wartawan senior di Palembang, Sumatera Selatan. Profesi di bidang jurnalistik menjadi salah satu sumber penghasilannya untuk membiayai sekolah Tito hingga meraih jabatan tertinggi di kepolisian.

Achmad menuturkan, ia menggeluti dunia kewartawanan sejak awal 1960-an di RRI. Selanjutnya, ia membidani pendirian koran Ekonomi Pembangunan, Pelita, dan koran Angkatan Bersenjata edisi Sriwijaya. “Saya pernah mendirikan koran terbitan Palembang,” katanya dirumahnya Jalan Sambu, Palembang, belum lama ini. “Saya anggota seumur hidup PWI.”

Menurut Achmad, ia sempat kaget ketika anak keduanya itu dipilih Presiden Joko Widodo memimpin Polri. Ia memaklumi Tito terbilang junior dibandingkan dengan rekan-rekannya sesama jenderal bintang tiga di Mabes Polri. “Sampai sekarang Tito belum memberi kabar secara langsung,” ujar bapak empat anak dari dua pernikahan itu.

Achmad juga memaklumi penilaian sejumlah pengamat tentang anaknya, yang mengatakan Tito belum memiliki peluang besar dibanding petinggi Polri lainnya.

Sang bunda, Kordiah Achmad, merupakan pensiunan bidan. Kordiah mengatakan, sebelum pindah rumah mengikuti ayahnya ke Jalan Sambu, Tito kecil sempat tinggal di Jalan Pangeran Sidoing Kenayan atau kawasan Tangga Buntung.

Di rumah di Jalan Pangeran Sidoing Kenayan itu tempat Tito dilahirkan. Di daerah itu, Tito sekolah hingga kelas III sekolah dasar. Ia kemudian menamatkan sekolah dasar di SD Xaverius IV. Tito adalah alumnus SMP Xaverius II dan SMA Negeri II Palembang.

Meskipun sering berpisah tempat tinggal, Kordiah mengatakan tetap memantau perkembangan Tito, kakak dan adiknya. “Pesan saya, tetap jaga amanat keluarga dan institusi jika nanti dilantik,” ucapnya.

Selain itu, Saleh juga ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa leluhurnya adalah orang asli Surabaya alias Arek Suroboyo.

Pria berumur 77 tahun itu masih ingat betul bagaimana keluarganya bisa hijrah dari Surabaya. Medio 1930, kata Saleh, sang ayah meninggalkan rumahnya di Jalan Wonorejo Gg II, Pasar Kembang, Surabaya merantau ke Palembang.

Di Palembang, kakeknya Tito itu ikut bekerja membangun Ledeng (sekarang Kantor Wali Kota Palembang). Kemudian pernah juga ikut membangun Jembatan Pasar Indralaya dan membangun terowongan kereta api Gunung Gajah jalur Palembang-Lahat.

Selama merantau dan bekerja sebagai kuli, Muhammad Saleh bin Mualim menikah dengan Amisah binti Husin, nenek Tito Karnavian, dan dikaruniai tiga orang anak, salah satunya dirinya.

Sedangkan dirinya, kemudian menikah dengan Kordiyah di Sumatera Selatan. Dari pernikahan ini, dia dikaruniai empat anak, yaitu Dian Natalisa, M Tito Karnavian, Iwan Dakota dan Viva Argentina.

Menurut Saleh, semasa ikut sekolah di akademi kepolisian, Tito kerap ditanya asal daerahnya. “Saat dewasa, Tito sekolah di akademi kepolisian dan banyak dari rekan-rekannya bertanya apakah Tito ini Wong Palembang atau asli Jawa. Enggak ada yang salah dari pertanyaan ini. Tito memang lahir di Palembang, tapi kakeknya asli Surabaya, asli orang Jawa,” ujar Saleh. (int)

Loading...