Alami Pembengkakan Saraf, Dede Q Butuh Uluran Tangan Dermawan

68
Teni Rahmawati (35) saat menggendong Dede Q, bocah penderita pembengkakkan di kepala dan menderita bibir sumbing dan kini membutuhkan uluran tangan para dernawan, Jumat ((8/6). SUMUT24/ist

MEDAN I SUMUT24
Hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepasa Sang Khalik, Allah SWT. Itukah sepenggal kaliman yang keluar dari bibir Teni Rahmawati (35) ibu bocah penderita pembengkakkan di kepala dan menderita bibir sumbing, ketika dihubungi wartawan, Jumat sore (8/6).

Namun, Teni tetap semangat membesarkan anak pertamanya yang diberi nama Dede Q, yang sedang beranjak usia 2,5 tahun hingga akhir hayat nantinya saat Allah SWT mengambil Dede Q untuk selamanya.

Dede Q sudah divonis oleh sejumlah dokter di Medan dan relawan dari Unicef, bahwa penderitaan yang dialami Dede Q tidak bisa diselamatkan lagi. Ini akibat pembengkakan di kepalanya sudah menjalar ke bagian syarafnya, sehingga apabila dilakukan operasi, maka fatal resikonya.

“Pada 2016 lalu saat beberapa bulan Dede lahir, orang-orang asing dari Unicef mengatakan, “anak saya ini sulit disembuhkan, karena penyakitnya sudah menjalar ke syaraf Dede,” terang Teni, yang bersuamikan Adi (45) buruh bangunan yang sedang merantau.

Ibu yang enggan memiliki anak ini lagi, menerangkan, sudah beberapa rumah sakit menolak menangani penyakit Dede Q, termasuk di RS Royal Prima dan Akuplus Sei Mencirim.

“Sejak itu saya tidak mau lagi bawa anak saya ke rumah sakit. Bahkan hasil CT Scan anak saya, saya tinggalkan di Akuplus, tak mau saya bawa lagi,” ungkap warga Jalan Kelambir V, Kelurahan Sidorukun B, Kabupaten Deliserdang.

Bahkan, ada saran untuk dioperasi di Pulau Penang, Malaysia, namun setelah dipikir-pikir, Teni mengurungkan niatnya, karena sudah pasti biayanya tidak sedikit dan belum tentu anaknya dijamin bisa sembuh.

Untuk melangsungkan hidup Dede Q, Teni tetap memberikannya asupan makanan yang bergizi, meskipun lambat laun kondisi Dede Q mulai menurun, terutama di bagian kepala kirinya sudah mulai rontok rambutnya.

“Saya sering membawanya ke terapi juga sama Pak Ustadz di Jalan Serdang/HM Yamin, Gang Padi. Perginya sama teman, tapi beberapa hari ini teman saya sudah pulang kampung. Jadi saya gak tahulah mau pergi sama siapa nanti ke tempat pak Ustadz,” ujar Teni.

Menurut Teni, selama dalam kandungan, tidak ada tanda-tanda kelainan pada Dede Q. Namun begitu Dede Q lahir dengan cara operasi Cesar, baru diketahui kalau Dede Q mengalami bibir sumbing dan kepalanya membesar.

“Kata dokter saya terkena Toksoplasma, yaitu virus kucing. Karena saya suka pelihara kucing. Katanya dari kotoran dan bulu kucing. Lalu saya sering duduk di bekas kucing duduk yang lembab. Dari bulu boneka juga bisa kena,” ujarnya sembari mengatakan.

Kini, Teni Rahmawati sudah pasrah dan hanya bisa berharap uluran tangan dermawan yang mau membantu biaya pengobatan anaknya.

Dirinya juga berharap kepada cagubsu dan wacagubsu baik nomor unut 1 (Eramas) maupun no. urut 2 (DJOOS), bila memimpin Sumut lima tahun kedepan, bisa memberikan perhatian dan mau membiayai pengobatan anaknya.

Karena selama kampanye, Paslon Cagubsu yang selalu dalam setiap statementnya mengatakan peduli dengan warga miskin. “Kita sebagai warga Sumut, mari kita tunggu pembuktian paslon cagubsu/wacagubsu itu, dengan membantu biaya pengobatan anak tersebut.

Anak ini tinggal bersama ibunya di kawasan Kelambir Gang 5 Sidorukun, Kabupaten Deliserdang. Bagi Bapak/Ibu yang berkenan membantu dapat menghubungi ibunya di nomor ponsel 082160306386. (R03)

SHARE