Akselerasi Komunikasi Pembangunan Sumut Hadapi Tantangan Digitalisasi

MEDAN I Sumut24.co
Perbedaan generasi masyarakat dengan karakteristiknya masing-masing mengakibatkan tantangan tersendiri bagi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut). Terutama dalam hal menyampaikan pesan-pesan pembangunan Sumut kepada masyarakat di era digital.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas S Sitorus yang diwakili Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) Dinas Kominfo Sumut Harvina Zuhra dalam seri Diskusi Labkom Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) bertema Akselerasi Komunikasi di Era Masyarakat Digital dan Pembangunan Sumut Bermartabat, di Auditorium FIS, Kampus IV UINSU Medan, Jalan Lapangan Golf Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Kamis (29/9).

“Penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. Di sinilah tantangan Dinas Kominfo Sumut dalam menyampaikan pesan, karena masing-masing generasi masyarakat ini berbeda cara berpikir dan karakteristiknya,” ujar Harvina.

Dijelaskan Harvina, jumlah penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Z atau penduduk yang lahir pada kurun 1997-2012, dan milenial yang lahir pada periode 1981-1996. Berdasarkan data hasil Sensus Penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari-September 2020, jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94% dari total penduduk 270,2 juta jiwa. Sedangkan generasi milenial mencapai angka 69,90 juta jiwa atau 25,87% dari total penduduk.

“Kalau dilihat berdasarkan data saat ini, ASN yang bekerja di pemerintahan itu sekitar 70% lebih berusia di atas 40 tahun yang masuk dalam generasi baby boomers, makanya kami sangat perlu terus belajar dan berubah melihat perkembangan, bagaimana pesan pembangunan dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat yang berbeda generasi ini dan bisa memberikan dampak kepada masyarakat,” terangnya.

Menurut Harvina, banyak langkah dan upaya yang sudah dilakukan Dinas Kominfo Sumut dalam menyalurkan informasi dan pesan-pesan pembangunan Sumut kepada masyarakat, termasuk memanfaatkan teknologi digital, melalui media cetak, media penyiaran, media daring, media sosial, media ruangan hingga komunikasi tatap muka.

Kegiatan diskusi yang dibuka Dekan FIS UINSU Abdurrahman ini turut dihadiri narasumber lainnya yakni dosen UINSU Anang Anas Azhar, sejumlah dosen dan mahasiswa UINSU. “Kita sangat bersyukur sekali masih dapat berkesempatan bisa berkomunikasi seperti ini. Saat ini kita memang akan melakukan perombakan di mana 70$ aktivitas mahasiwa itu dilakukan di luar kampus seperti diskusi ini, dan hanya 30% aktivitas di dalam kampus,” ujar Abdurrahman.

Abdurrahman mengharapkan, diskusi ini dapat memberikan manfaat untuk kampus terutama untuk mahasiswa. “Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini yang bertujuan untuk pengembangan ke depan, apalagi di era digital ini sekarang siapa yang bisa memegang informasi, dialah yang menang,” ujar Abdurrahman.

Dalam diskusi yang dipandu oleh moderator dosen UINSU Fakhrur Rozi, narasumber lainnya, Anang Anas Azhar mengatakan, pendekatan era digital ini dalam Islam terdapat dalam Alquran Surah Al-Isra ayat 13-14 yang tafsirannya mengatakan dua hal, pertama mengenai pencatatan amal perbuatan manusia ketika di dunia. Amal tersebut tidak akan berkurang sedikitpun. Kedua, berbicara mengenai dibukanya seluruh catatan amal dan manusia tidak bisa mengelak sama sekali.

“Inilah digitalisasi dalam Islam itu, di mana saat ini amal ibadah kita disimpan dan akan dibuka di yaumil akhir nanti di hadapan Allah SWT dan tidak berkurang sedikit pun,” terang Anang.**