Keraguan,” Lagu Single Keempat Niesya Bernuasa Jazz Akustis

713

 

MEDAN I SUMUT24.co
Di tengah masih maraknya wabah covid-19 terutama di berbagai kota besar di Indonesia, tidak menyurutkan pekerja musik tanah air untuk
tetap berkarya. Termasuk Niesya Harahap, penyanyi pendatang baru asal kota Medan yang telah melahirkan tiga album single lagunya. Kali ini, Niesya akan menerbitkan album singlenya yang keempat, dengan judul
”Keraguan,” pada akhir September 2020 ini.

Niesya memang cukup sibuk dalam tiga bulan belakangan ini, dimana ia baru memulai studi S2 Psikologi di Universitas Indonesia. ”Kok
masih bisa buat single baru?” begitu ketika ia ditanya. ”Sebenarnya lagu keempatku ini yang paling panjang proses pengerjaannya, dibanding tiga
lagu singleku terdahulu. Itu makan waktu nyaris satu tahun,” jawab Niesya.

Dia menyebutkan, ”Lagu keempatku ini lebih ’jazzy.’ Aku mencoba menawarkan bentuk lagu dalam format ’jazz akustis.’ Namun penggarapannya menghadirkan kembali bentuk permainan Brazilian samba, khususnya untuk pendengar musik di Indonesia.”

Ditanya siapa musisi yang mengiringi lagu barunya ini, Niesya mengatakan, format iringan musik dalam laguku ini hanya nylon acoustic guitar dan percussion set. ”Kebetulan yang main guitarnya papaku sendiri
dan yang main percussion set: conga, shaker dan surdu Barzil, seorang teman, namanya Brian Ryordan, percussionist yang tinggal di Amerika.

Proses sharing ide dan pengerjaan rekaman musik di dua tempat yang jauh ternyata butuh waktu yang cukup lama, meski komunikasi bisa langsung lewat WA,” lanjutnya sambil tertawa lebar.

Tiga lagu single Niesya sebelumnya mendapat cukup perhatian publik musik di Indonesia. Lagu pertamanya berjudul “Gundah” yang diterbitkannya pada bulan Februari 2020 lalu masuk di berbagai Playlist di Spotify seperti “New Music Friday Indonesia”, “Musik Akhir Pekan”, “Generasi Galau” dan Playlist dari Ami Awards yaitu “Musik Minggu Ini” dan “Dirumah Sajalah”, serta berbagai playlist personal lainnya sebanyak kurang lebih 50an playlist. Di Youtube video lirik dan official music videonya juga telah di tonton lebih dari 100 ribu viewers.

Album single keduanya berjudul “Kepergianmu” yang ia terbitkan di bulan Mei 2020 juga masuk dalam beberapa Playlist di Spotify seperti “New
Music Friday Indonesia” dan “Musik Akhir Pekan”. Begitu juga single ketiganya ”Aku Melihat Indonesia” yang ia luncurkan di bulan Agustus lalu juga mendapat tempat di berbagai playlist dan juga media cetak di beberapa kota di Indonesia. Kalau dibandingkan ke empat single lagu yang dibuat oleh Niesya,
memang terdengar sangat kontras. Lagu pertamanya “Gundah” lebih bernuansa pop orchestra; lagu keduanya “Kepergianmu” lebih melancholy; lagu ketiganya “Aku Melihat Indonesia” kuat dengan sentuhan folk music;
sementara lagu single keempatnya “Keraguan” lebih bernuansa jazz music.

Namun, kalau dilihat dari latar belakang musiknya terlihat wajar. Niesya ternyata sejak kecilnya telah terbiasa mendengar berbagai macam genre musik dari koleksi album-album musik dunia yang dimilikiorangtuanya Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu. Kedua orangtuanya sendiri adalah pendiri kelompok “Suarasama” beraliran world music, yang karya-karya musiknya telah diterbitkan di Perancis dan USA. Sejak lima tahun belakangan ini Niesya juga terlibat dalam berbagai pementasan kelompok Suarasama di dalam dan luar negeri, diantara di German, Belanda dan Spanyol. ”Di dalam bermusik aku memang senang untuk bereksplorasi. Bagiku itu menyenangkan. Mungkin di suatu saat nanti akan aku tentukan pilihan bermusikku seperti apa”.
Pengerjaan album keempatnya ini, sebagaimana yang disampaikan Niesya di akhir, dilakukan di Rossi Music Studio di Jakarta. Sementara
pengerjaan audio mixing dilakukan oleh Ano Stevano dan audio masteringnya dilakukan oleh Dimas Pradipta di Jakarta, orang yang juga mengerjakan untuk album single pertama, kedua dan ketiganya. (Red)

 

Loading...