HT Erry: Ada Illegal Logging di Karo

Sibolangit-SUMUT24

Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, bencana banjir bandang yang menimpa kawasan Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Sumatera Utara, Minggu petang (15/5), hingga menyebakan 22 mahasiswa hilang, bisa disebabkan adanya illegal logging hutan di dataran tinggi Kabupaten Karo.

“Oleh karena itu, tatkala hujan deras mengguyur tidak ada lagi hambatan pohon yang mengadang air. Saya minta Bupati Tanah Karo untuk memantau illegal logging dan banjir bandang. Saya berharap ada tindakan tegas dari TNI dan Polri atas maraknya ilegal logging di Sumut,” tegas HT Erry Nuradi.

Sementara itu, longsor terjadi di kawasan wisata air terjun dua warna, Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan 21 orang dikabarkan hilang sebelumnya. Kini sebanyak 15 korban tewas telah ditemukan, 2 orang dalam proses evakuasi, dan empat lainnya masih dalam pencarian.

“Tercatat 15 orang meninggal dan sudah dievakuasi ditempatkan di posko, dimana sebanyak 7 jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (16/5).

Dari tujuh jenazah, terdapat 5 jenazah pria dan 2 jenazah wanita. 7 Jenazah tersebut sedang diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumut.

Dari 21 orang yang dikabarkan hilang, 2 orang korban masih dalam proses evakuasi dan diperkirakan meninggal dunia karena tertimbun longsor. Serta 4 orang korban lainnya masih dalam proses pencarian yang diperkirakan korban juga tertimbun longsor.

Dengan demikian dari 78 orang yang terkena bencana ada 56 orang selamat, 1 orang luka sedang, 15 orang tewas, 2 orang sedang dievakuasi dan kemungkinan tewas, dan 4 orang hilang. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai di lokasi kejadian.

Pemrovsu Sampaikan Belasungkawa

Tengku Erry datang bersama rombongan SKPD Pemerintah Provinsi Sumut, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dan Waka Polda Sumut Brigjen Adhi Pranoto.

Setiba di posko, rombongan pejabat itu terlihat berbincang-bincang dengan personel yang berada di posko. Ia juga sempat melihat satu jenazah yang akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat berduka adanya bencana banjir bandang yang sebabkan 21 mahasiswa hilang dan beberapa di antaranya ditemukan meninggal dari Air Terjun Dua Warna,” ujarnya di posko

Dia menambahkan, tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas serta BPBD Deliserdang sedang melakukan pencarian mahasiswa yang hilang tersebut. Bahkan, 14 jenazah masih dievakuasi menuju posko.

“Tim masih turun ke lapangan. Kini sudah berhasil dievakuasi tujuh jenazah, terdiri lima pria dan dua wanita. Dan sekarang ini, tim masih melakukan penyisiran di kawasan air terjun Dua Warna,” katanya.

Ia berharap masyarakat mendukung tim gabungan untuk mencari korban. Apalagi, jarak lokasi dari Bumi Perkemahan Sibolangit cukup jauh, dua jam berjalan kaki. Sehingga, tidak mudah proses evakuasinya.

“Di Sumut cukup banyak tempat wisata alam di pelosok. Maka kami mengimbau masyarakat ataupun wisatawan untuk berhati-hati. Ke depan akan diberikan perhatian dan peringatan terhadap hal-hal yang berbahaya,” ujarnya

Santuni Semua Korban

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjanji memberikan santunan kepada puluhan keluarga korban banjir bandang di Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Sumatera Utara, kemarin (15/5).

Pemerintah akan memberikan bantuan kepada mahasiswa yang selamat dari banjir bandang ataupun keluarga korban meninggal dunia.

“Kami akan memberikan santunan kepada korban dan kami prihatin dengan musibah ini. Tentu ada aturan serta prosesnya,” ujar HT Erry di Sibolangit.

Dia menambahkan, Air Terjun Dua Warna berada di Kabupaten Deliserdang. Pemerintah akan mempertimbangkan lokasi wisata tersebut masih dibuka untuk umum atau akan ditutup sementara.

“Ke depan akan ada diberikan peringatan berbahaya di lokasi. Apalagi, lokasinya (Air Terjun Dua Warna) jauh dua jam berjalan kaki, jadi harus ada tanda-tanda bila ada bencana banjir bandang terjadi,” katanya.

Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi menyebut bencana banjir bandang di Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, yang menewaskan 17 orang sebagai pelajaran berharga.

“Yang pasti namanya musibah, kita berdukalah. Sekaligus juga ini pelajaran berharga bagi kita semua. Memang kita tahu cuaca akhir-akhir ini agak ekstrim ya. Hujan, panas, tidak menentu,” ujar Erry, beberapa saat sebelum meninggalkan lokasi posko korban bencana banjir bandang, kemarin (16/5).

“Kemarin memang di lokasi tidak ada hujan, tetapi di gunung hujan deras. Sehingga terjadi hujan gunung,” kata Erry melanjutkan.

Seperti diketahui, wisata Air Terjun Dua Warna Sibolangit selama ini tidak dikelola oleh Pemkab Deliserdang. Wisata yang dulunya gratis ini masih dikelola oleh warga setempat. Padahal, teranyar, tarif masuk dan upah pemandu dikabarkan mencapai Rp 25.000.

“Saya sudah bilang kepada bupati, supaya ini (air terjun) dikelola secara profesional. Paling tidak ada warning-warning sebelum ada kejadian,” kata Erry.(tim)