Wow, 30 Anak Batunadua Keracunan Konsumsi Mie Gulung

SIDIMPUAN | SUMUT24
Konsumsi makanan ringan jenis mie telor, 30 warga Desa Aek Bayur Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua diduga mengalami keracunan, Kamis (23/6) siang.

Informasi yang dihimpun wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur yang berada di Jalan H Dahlan Sitegar Kecamatan Batu Nadua menyebutkan, peristiwa tersebut terkuak lantaran warga berbondong-bondong menyambangi puskesmas sekira pukul 12.00 WIB. Kala itu, warga mengaku mengalami mual, muntah hingga mencret.

Melihat keluhan warga tersebut, petugas puskesmas pun menduga kalau warga mengalami keracunan.

Kepada wartawan, Kadis Kesehatan Kota Padang Sidimpuan, Letnan Dalimunthe mengatakan, dari gejala yang dialami warga tersebut pihaknya menduga hal itu merupakan keracunan. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan apa jenis racun tersebut. “Tapi untuk sementara ini, dugaannya lantaran makanan mie gulung,” ucapnya.

Guna memastikan jenis racun yang bersemayam di tubuh warga tersebut, pihaknya telah mengambil sampel makanan guna diperiksa ke laboratorium. “Sampelnya sudah kita ambil, saat ini mau kita periksa ke laboratorium. Supaya diketahui hasilnya apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Padang Sidimpuan, Andar Amin Harahap mengatakan, pihaknya telah menangani para korban. Untuk saat ini, dirinya mengaku telah merujuk 3 korban keracun tersebut ke RSUD Kota Padang Sidimpuan.

“Mengenai biayanya, semuanya geratis,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Erwin yang merupakan orang tua korban keracunan mengaku, Rabu (22/6) malam 2 anaknya membeli mie gulung dari pedagang keliling, Putra. Setelah makan tersebut, kedua anaknya tidak mengalami gejala keracunan.

“Tapi pas sahur, anak saya mengaku perutnya mulas. Setelah itu, mereka pun mencret,” ucapnya singkat.

Terpisah, pedagang makanan ringan keliling, Putra mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya tidak mengetahui makanan yang dijualnya tersebut mengandung racun. “Tidak tahu saya pak,” ucapnya.

Kendati demikian, petugas Polres Kota Padang Sidimpuan membawanya guna dimintai keterangannya.

Amatan wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur tampak ramai dikunjungi warga. Dari 30 warga yang keracunan tersebut, didominasi anak-anak yang berusia berkisar 6 tahun hingga 19 tahun.

Sementara itu, dari data yang diperpoleh ada 30 warga yang keracunan tersebut 3 diantaranya dirujuk ke RSUD Kota Padang Sidimpuan, 17 orang rawat inap dan 10 orang rawat jalan. (Indra)