2015, 164.517 Warga Medan Menderita ISPA

0
1516

MEDAN | SUMUT24
Dinas Kesehatan Kota Medan mengatakan, sepanjang tahun 2015 ada sebanyak 164.517 warga Medan yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
Sekretaris Dinkes Medan drg Irma Suryani melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dr Iman Surya menyatakan, namun jumlah itu mengalami penurunan dibanding 2014 lalu sebanyak 233.447 orang.

“Dari laporan Puskesmas tahun 2015, sebanyak 164.517 kasus ISPA di Medan dan merupakan penyakit terbesar dari sepuluh penyakit lainnya,” kata Iman, Selasa (12/1).

Menurutnya, banyaknya penyakit ISPA dibanding 9 penyakit lain dikarenakan tingkat polusi udara di Medan yang tinggi, kemungkinan disebabkan asap dari kenderaan bermotor dan ISPA merupakan penykit yang berbasis lingkungan.

Dirincikannya, 10 penyakit terbesar di Medan tahun 2014, diantaranya ISPA 233.447 (113.094 laki laki dan 120.353 perempuan). Lalu Hipertensi 60.968 (28.640 laki-laki dan 32.328 perempuan), penyakit pada otot dan jaringan pengikat 44.357 (19.492 laki laki dan 24.865 perempuan). Penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas 32.548 (15.277 laki laki dan 17.271 perempuan), Diare 25.575 (12.364 laki laki dan 13.211 perempuan), Kulit alergi 23.387 (11.133 laki laki dan 12.354 perempuan). Kemudian penyakit pulpa dan jaringan periapikal 22.841 (laki laki 9.178 dan 13.663 perempuan), kulit infeksi 22.702 (laki laki 11.043 dan 11.659 perempuan), tonsillitis 20.407 (laki laki 9.691 dan 10.716 perempuan) dan gingivitis dan penyakit periodontal 19.876 (laki laki 8.671 dan 11.205 perempuan).

Sedangkan tahun 2015 diantaranya ISPA tertingi yaitu 164.517 lalu Penyakit pada otot dan jaringan pengikat 60.664, Hipertensi 59.701, penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas 28.977 dan Diare 22.952. Kemudian penyakit pulpa dan jaringan periapikal 19.082, kulit alergi 17.254, gingivitis dan penyakit periodontal 16.027, kulit infeksi 14.992, tonsillitis 14.608.

Penyakit ISPA ini tetap mendominasi setiap tahunnya karena Medan berada di iklim tropis. Selain itu, pola hidup masyarakat, serta pola makan yang tidak baik menyebabkan daya tahan tubuh tidak bagus, sehingga ISPA cepat menyerang.

“Kita sering ingatkan penderita ISPA saat berobat ke Puskesmas mengenai penggunaan masker, kaca mata dan lainnya saat berkendara sepedamotor. Melakukan pola hidup bersih dan sehat, saya minta warga Kota Medan untuk terus menjaga daya tahan tubuhnya sekaitan dengan cuaca yang tidak menentu, sebentar hujan, sebentar panas,”ujarnya.

Kondisi seperti ini biasanya flu, Insfeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), itulah yang perlu diwaspadai. “Peningkatan daya tahan tubuh ini, berkaitan dengan pola hidup sehat. Jangan terlalu banyak makan goreng-gorengan. Banyak makan buah dan rajin berolahraga,” sarannya.(nis)