2 Anggota BNNK Sergai Diduga Positif Gunakan Narkoba

SERGAI | SUMUT24

Dua orang tenaga kontrak yang bertugas sebagai securiti di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Serdang Bedagai (Sergai) yakni B (23) dan ES (25) diduga terindikasi menggunakan Narkoba. Pasalnya, kedua tenaga kontrak tersebut diketahui mengkonsumsi Narkoba saat dilakukan tes Urine oleh satuan BNNK Sergai, Senin (25/1).

Tes urine yang dilakukan pihak BNNK Sergai ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya, hal ini dilakukan guna mengetahui apakah anggota BNNK tersebut ada terlibat mengkonsumsi Narkoba.

Terkait ada 2 orang anggotanya yang terbukti menggunakan Narkotika jenis sabu sabu, Kepala BNNK Sergai LM Sihombing saat dikonfirmasi via selularnya,Selasa (26/1) membenarkannya. Ia mengatakan memang ada 2 anggotanya yang terindikasi telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu saat dilakukan tes urine.

”Iya benar ada 2 orang anggota kita positif mengkonsumsi narkoba,” kata LM Sihombing. LM Sihombing menjelaskan, ke 2 anggotanya yang terindikasi positif mengkonsumsi narkoba tersebut dalam rangka kegiatan Under Cover (penyamaran) guna mengungkap kasus yang sedang ditangani pihak BNNK Sergai saat ini. Di samping itu kedua anggotanya juga dilengkapi surat tugas dalam melakukan under cover agar tidak diprapidkan nantinya.

“Kedua orang itu, telah dilengkapi surat tugas untuk melakukan under cover. Namun jika ke depannya kedapatan mempergunakan narkoba dan dilakukan tes urine setiap minggunya dinyatakan positif maka akan dilakukan pemecatan,” ucapnya.

Dijelaskannya, BNNK Sergai saat ini memiliki 34 personel yang terdiri dari unsur PNS sebanyak 18 orang, tenaga kontrak 15 orang dan polisi 1 orang. “Setiap tahun kita melakukan tes urine kepada seluruh anggota, dan pernah juga ada seorang tenaga kontrak yang telah dipecat karena positif menggunakan narkotika,” ungkapnya.

Sihombing juga menduga ada oknum yang bermain dalam kasus narkotika. Ia berpendapat sejak adanya BNNK, ia merasa ada pihak yang membusukkan lembaga yang dipimpinnya. “Ada oknum yang membusukkan BNNK,” katanya tanpa merinci oknum yang maksud siapa.

“Kita Sudah diberi lahan oleh Pemkab Sergai, tetapi karena dana dari APBN belum bisa membangun kantornya, direncanakan akan dibangun di samping kantor KPUD,” ujarnya.

Disinggung banyaknya Calon Kades yang datang ke kantor BNNK Sergai, LM Sihombing mengatakan calon Kades yang datang terebut untuk mengurus surat bebas dari narkoba. Dalam tes urine tersebut para calon Kades dikenakan biaya sebesar Rp 120 ribu oleh BNNK Sergai.

Dengan rincian Rp 100 ribu buat beli obat dan 20 ribu buat biaya foto copy surat menyurat.

”Para calon Kades yang datang untuk mengurus surat bebas dari narkoba, dan biayanya ditanggung oleh calonnya sendiri. Sebab biaya calon Kades belum ditanggung oleh APBD maupun APBD,”terang LM Sihombing.(bdi)