Yulizar: Banci Kalau Kader PPP Mundur

62

Medan | SUMUT24
Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis melarang para kader mengundurkan diri dari partai, hanya gara-gara dukungan PPP di Pilgub Sumut tidak sesuai amanat warga PPP. Menurutnya, partai tidak patut disalahkan karena yang salah adalah oknum DPP.

Penegasan itu disampaikan Yulizar Parlagutan di depan pengurus dan simpatisan PPP serta wartawan, di kantor PPP Sumut Jalan Raden Saleh Medan sekembalinya dia dari Jakarta, Kamis (11/1).

“Tidak ada kader yang saya izinkan mengundurkan diri. Kalau ada yang mundur, berarti banci,” tegas Yulizar.

Menurut Puli, sapaan akrabnya, soal dukungan partai ke bakal calon Gubsu-Wagubsu Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus adalah persoalan di internal PPP. Jadi bukan persoalan PPP anti pada PDIP.

“Di Pilkada Batubara, PPP mengusung Zahir, bendahara DPD PDIP Sumut sebagai calon bupati. Dalam konteks Pilgub Sumut, DPW merekomendasikan tiga nama ke DPP untuk diusung yakni Tengku Erry Nuradi, Nurhazizah Marpaung dan Syamsul Arifin. Ketiganya beragama Islam,” katanya.

Dan walau pihaknya tidak ada mengusulkan nama Djarot. begitu pun mereka tidak ada masalah dengan Djarot, asal calon yang diusung muslim-muslim.

“Keharusan mendukung calon muslim-muslim adalah asas PPP selaku partai Islam,” tegasnya.

Pihaknya masih menunggu penjelasan dari DPP. Mereka juga minta majelis syariah untuk turun tangan.

Tolak ‘Pelangi’

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara, Yulizar Parlagutan Lubis, kembali menegaskan sikap menolak pasangan ‘Pelangi’ dan lebih memilih Muslim-muslim.

Untuk itu, ditegaskannya, kader PPP di seluruh Sumatera Utara tidak akan memilih pasangan Djarot-Sihar.

“Kami dengan Djarot bersahabat, dengan Sihar bersahabat dan PPP dengan PDI Perjuangan bersahabat. Hanya saja, untuk kali ini PPP menolak pasangan ‘pelangi’ dan mengharapkan pasangan muslim- muslim di Pilgubsu,” tegas Yulizar. (red)

SHARE