Pengecatan Mesjid Al Azhar dan Rumah Warga Kp Mandailing Berlanjut

51
Lurah Darat Merlinda Harahap, pegawai Kelurahan, Kepling III Nurdin Lubis foto bersama warga Kampoeng Mandailing di depan Mesjid Al Azhar Medan, Minggu (28/1). SUMUT24/amru lubis

Medan | SUMUT24

Pengecatan bagian bawah dan dalam Mesjid Al Azhar, Jalan Pattimura, Kampoeng Mandailing Warna-warni, Lingkungan III, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, serta pekarangan dan rumah warga, masih terus dilakukan secara bergotongroyong, Minggu (28/1).

Khusus untuk pengecatan Mesjid Al Azhar, mesjid yang masuk situs sejarah di Kota Medan, dikarenakan usianya yang sudah 99 tahun atau hampir seabad ini, terus dilakukan secara bertahap. Sampai kemarin, bagian dalam dan bawah mesjid sudah selesai. Saat ini, bagian tempat mengambil wudu’ pria dan wanita juga sudah selesai dicat, sekaligus bangunan bekas PNPM yang rencananya akan dijadikan tempat hunian penjaga mesjid, pada sisi luarnya juga selesai.

“Saaat ini, warga Kampoeng Mandailing Warna-warni, sedang menunggu bantuan pihak donatur yang akan memberikan seng sebanyak 20 kodi. Bantuan seng ini untuk mengganti semua seng mesjid yang sudah lembek, lapuk dan berkarat. Ada donatur yang mau membantu renovasi seng masjid Al Azhar. Bila bantuan seng ini sudah datang dan selesai dipasang, kita akan kembali bergotongroyong mencat bagian atas (luar) hingga kubah mesjid,” ujar Kepala Lingkungan III Kelurahan Darat Nurdin Lubis, kepada SUMUT24, Minggu (28/10).

Selain menunggu bantuan seng dari pihak donatur, ujar Nurdin Lubis, kemarin lokasi Kampoeng Mandailing Warna-wani sudah ditinjau Kepala Puskesmas Padang Bulan Medan, dr Rehulina br Ginting. Juga sudah datang Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Medan Baru.

Masih sebut Nurdin Lubis, “Bu Kapus Padang Bulan mengusulkan agar tanah kosong yang ada dipinggiran Sungai Babura ditanami tanaman apotik hidup dan bagian kiri jalan menuju Mesjid Ad Azhar dipasanng pagar bambu dicat warna-warni, sehingga menarik bila ada yang datang,” ujarnya.

“Rencananya juga Camat Medan Baru Ilyan Chandra Simbolon akan datang meninjau langsung pengecatan Mesjid Al Azhar dan Rumah-rumah warga di Kampoeng Mandailing,” ujar Nurdin Lubis.

Program Magrib Mengaji

Tokoh Masyarakat di Kampoeng Mandailing Agus Salim SAg bertekad akan melaksanakan program Magrib Mengaji di Mesjid Al Azhar. “Kita akan membuat Magrib Mengaji bagi anak-anak warga Kampoeng Mandailing. Yakni sholat Magrib Berjamaah dilanjutkan mengaji Iqraq (Quran) sekaligus sholat Isya berjamaah. Saya akan melatih anak-anak yang laki-laki bisa azan. Ini sangat penting dilakukan buat generasi penerus, sehingga mereka berani dan bisa azan di mesjid,” ujar Agus Salim.

Masih kata Agus Salim, anak-anak yang selama ini mengaji diluar mesjid, diupayakan akan kembali mengaji di Mesjid. “Kita upayakan honor guru ngajinya, segingga kita aktifkan Magrib Mengaji di mesjid ini,” ujar Agus Salim.

Merlinda Harahap: Kerjasama dan Dukungan Warga

Sementara itu, Lurah Darat Merlinda Harahap yang setiap minggunya hadir bersama warga Kampoeng Mandailing berharap banyak agar warga bersatu dan terus meningkatkan kerjasama dalam hal gotongroyong.

“Saya sangat berharap kiranya masyarakat mau bersama-sama ikut gotongroyong mengecat mesjid dan rumahnya masing-masing. Dengan dukungan semua warga Kampoeng Mandailing Warna-wani, maka niat kita untuk mewujudkan Kampung Pelangi nantinya segera terwujud. Saya minta semua warga ikhlas rumahnya dicat warna-warni,” imbuh wanita yang tampak selalu enerjik ini.

Masih sebut Merlinda, bantuan cat minyak dan cat tembok sebanyak 1,5 ton yang disumbangkan pihak donatur dari PT Warna Agung Paint Jakarta, kiranya dapat dimanfaatkan Warga Kampoeng Mandailing untuk mengecat Mesjid Al Azhar dan rumah-rumah warga,” ujar Merlinda.

Dia juga mendukung adanya kemitraan warga Kampoeng Mandailing dengan
Lembaga Kajian Politic Enterpreneurship FISIP Universitas Sumatera Utara (USU). “Kita dukung dan support adik-adik dari Mahasiswa/i USU yang melakukan pengabdian di kampung ini. Juga niat mahasiswa akan memberikan bantuan puluhan sak semen untuk membuat (menyemen) lapangan bulu tangkis (badminton) yang sebelumnya sudah dibuat warga persisnya di halaman Mesjid Al Azhar,” ujarnya.

“Sekarang ini lapangan badminton sudah ada, tapi masih belum disemen (masih tanah). Kita bantu semua biaya pembelian semen dan mengerjakannya bersama warga Kp Mandailing. Sehingga kegiatan olahraga khususnya badminton bisa terus berlangsung,” ujar Daffa Riyadh, Ketua Lembaga Kajian Politic Enterpreneurship FISIP USU.

Program pengabdian lainnya, ujarnya, akan memberikan les private bahasa Inggiris kepada siswa sekolah dasar (SD) yang ada di Kampung Mandailing pada setiap Sabtu. “Sehingga warga di Kp Mandailing ini bisa belajar tambahan bahasa Ingrris,” ujar Daffa. (R03)

SHARE