Pemasangan Pipa Gas Milik PGN, Kades Tuding Pekerjaan Amburadul

426

DELISERDANG I SUMUT24.co
Warga Kecamatan Lubuk Pakam dan sekitarnya Kab Deli Serdang khususnya meminta pemasangan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dibongkar kembali sepanjang puluhan kilometer, karena pemasangan pipa di jalan umum dianggap membahayakan masyarakat, karena pemasangannya dinilai tidak sesuai standar prosedur yang telah ditentukan.

Pengamatan SUMUT24.co dilapangan, pemasanga pipa gas rumah tangga program pemerintah tersebut diduga bermasalah karena diduga bermasalah dalam penanamannya. sesuai standar operasional prosedur ( SOP) yang kami ketahui, sebelum penanaman pipa gas terlebih dahulu di timbun pasir 15 cm, baru di pasangan pipa, kemudian di timbun lagi pasir 25 cm baru kemudian di timbun tanah.
Sementara di lapangan kami lihat tidak seperti itu selesai digali langsung ditimbun dan kedalam galian hanya 60 cm.

Kepala Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubukpakam Kabupeten Deli Serdang Muhammad Irwan Tanjung mengaku kesal. Pasalnya pemasangan pipa Perusahaan Gas Negara ( PGN) di wilayah Desa Bakaran Batu Amburadul, lubang – lubang dibiarkan dan tanah berserak di badan jalan mengakibatkan warganya merana karena jalan jadi becek berlumpur bila hujan dan abu beterbangan memasuki rumah warga bila di musim panas ujarnya kepada Sumut24 Kamis (30/7/2020).

Selain itu tambah tanjung lagi, banyak lubang- lubang menganga tanpa ada di buat pengamanannya. Sudahlah infrastruktur rusak, pemasangan pipa di tengah pemukiman warga tanpa dipikirkan oleh pimpinan proyek bagamana keselamatan anak anak yang banyak bermain di lokasi galian, ini sangat berbahaya ungkapnya. Dan siapa yang bertanggung bila anak-anak kecemplung masuk ke bekas lubang galian tambahnya sambil bertanya.

Pengamatan Sumut 24 yang meninjau di lokasi pemasangan pipa dimulai dari Jalan Antara Jalan Purwo dan Jalan Sunda yang berada ditengah tengah pemukiman warga desa Bakaran Batu Kamis ( 30/7) memang tampak pemasangannya Amburadul. Selain itu juga patut di duga, pemasangan pipa tak sesuai standar operasional prosedur ( SOP)

Sementara itu Gilang yang mengaku sebagai supervisor di lokasi pekerjaan kepada Sumut24 mengatakan Kamis (30/7), setelah dikakukan pengorekan langsung dilakukan penimbunan dari bekas galian tanah yang dikorek, katanya.

Hal yang sama, pria yang mengaku biasa di panggil Pak Yan bekerja sebagai mandor saat di temui dijalan Ahmad Yani lubuk pakam Kamis ( 30/7) berujar, setelah di nyatakan oleh pengawas proyek, Oke, kami langsung timbun pakai tanah katanya tanpa memberitahu siapa nama pengawas proyek.

Dan ketika disinggung kepada mereka, apakah pekerjannya itu sudah sesuai (SOP) serempak Mereka mengaku tidak tahu, kami hanya menjalankan perintah dari atasan, apa yang di perintah itu yang kami kerjakan kata Gilang dan Pak Yan kepada Sumut 24 saat di konfirmasi. Kamis (30/7)

Sementara Humas Dian mengatakan, setelah sambungan rumah selesai galian akan di rapikan dan di padatkan. Di setiap lubang terbuka akan di pasang baricade. pekerjaan di area deliserdang sampai bulan september tutupnya. Hal senada Tanto sebagai supervisor on site melalui tulisannya di WhatsApp menjawab ketika di konfirmasi Jum’at (31/7) pekerjaan yang kami lakukan sudah standar migas katanya.

Secara terpisah kepala dusun lll Syafi’i Desa Bakaran Batu saat di hubungi Via ponselnya Jum’at (31/7) kepada Sumut 24 mengatakan sudah banyak warga kami yang datang kerumah saya, para warganya mengaku sangat khawatir banyak lubang lubang menganga tanpa ada pengamanan, ini sangat membahayakan warga, bila anak anak naik sepeda dan bermain yang mana galian itu berada di tengah-tengah pemukiman warga masuk terperosok kelubang bekas galian siapa yang bertanggungjawab ungkapnya.

Selain itu tambanya lagi, bila pemasangan pipa diduga tidak sesuai standart operasional prosedur (SOP) sewaktu waktu pipa gas meledak apakah hal ini bakalan warga kami juga yang menanggung akibatnya? Ucap Safi’i sambil bertanya. Untuk itu kami berharap supaya lakukanlah pemasangan pipa itu dengan tingkat keamanannya sesuai standard.(haris)

Loading...