“Menulis”

287

oleh : Hasan Basri Siregar Wartawan Harian Sumut24

Memang kalau dikatakan, tulislah walaupun sedikit, itu lebih baik, ketimbang tidak sama sekali.Hanya saja sekarang ini, sangat banyak bisa menulis, tapi sangat sedikit sekali tau apa yang di tulis.
Seumpama bermain Catur, Bisa main Catur Sedikit sekali mengetahui permainan catur.
Begitupun teruslah menulis, kerena ini bagian dari pengetahuan, dan membedakan saja antara yang ” Bisa” dan yang ” Tau”.

Selanjutnya yang perlu untuk kita cermati adalah rahasia di balik rahasia, seperti mengupas kulit bawang, dikira setelah di kupas ( diurai) kulitnya, dapat isinya, ternyata semua adalah bagian dari lembaran lembaran kulit saja, isi tak ada. Artinya setiap ilmu ( pengetahuan) itu terus bergulir sehingga sampailah kita kepuncak pengetahuan. Pada fese ini kembali kita di uji dihadapkan dengan ” merasa” sudah mengetahui ” Ilmu” dan sudah memiliki ilmu. Yang tanpa sadar sifat sombong ( merasa sudah paling ” Tau”) telah bertengger menyelimuti jiwa.

Seekor lebah tak akan menghinggapi di tempat yang kotor lagi bau. Semua berjalan sesuai sifat krakter bawaannya, sebagaimana seekor lalat juga tak akan pernah hinggap di tempat yang wangi lagi bersih. Begitulah perumpamaan seseorang yang selalu ” tersadar” Hati yang Suci akan dihadiri pengetahuan yang bersih. Hati yang kotor akan bertemu dengan pengetahuan yang kotor.

Seorang Hamba yang selalu mendekatkan diri kepada Tuhan nya, akan di “Taukan” ( di kabarkan) oleh yang Maha mengetahui. Berbeda jauh dengan mereka yang ” merasa berilmu” dan merasa sudah memiliki Ilmu.

Untuk melihat dan menelusuri apa alat ukurnya untuk mengambil rujukan agar kita tidak “tergelincir” Terkait perjalanan Ilmu ( Pengetahuan), mari kita coba mengamati kalimat, jangan “mendahului” sebagaimana yang tertulis pada ayat, QS. Al-Hujurat 49: Ayat 1). Semoga kita bagian dari yang termasuk hamba hamba yang selalu mendapat petunjuk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 1).(***)

Loading...