Luhut Panjaitan: Masyarakat Harus Bersatu

83

SUMUT24 | Meskipun tidak seramai Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba tahun 2016 lalu, Karnaval Pesona Danau Toba tahun 2017 di Balige penuh hikmad. Ribuan masyarakat dari berbagai kabupaten di kawasan danau toba antusias memadati tepi badan jalan menyaksikan kemeriahan barisan karnaval, Minggu (10/9).

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tiba di Soposurung sekitar pukul 13.00 Wib dan langsung disambut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Simalungun, JR Saragih, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus dan pejabat dari kabupaten lainnya di kawasan danau toba.

Mengawali acara Lembaga Adat Dalihan Natolu menyematkan pakaian kebesaran adat batak kepada Luhut Binsar Panjaitan dan ibu. Dilanjutkan nyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan tarian 5 puak.

Setelah itu barisan karnaval dilepas Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, diawali barisan Paskibra Tobasa, Polisi Cilik SD Bonapasogit, Marching Band Sultan Agung Siantar, rombongan Menteri, Pemprovsu, Bupati / Wakil Bupati Tobasa, BPODT dan kontingen lainnya. Barisan beca hias dan mobil hias juga turut memeriahkan karnaval ini, hingga membuat suasana semakin hangat. Karnaval dimulai dari Soposurung dan finish di depan Balairung Balige. Disepanjang jalan, rombongan mendapat sambutan hangat masyarakat yang sudah memadati tepi badan jalan.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, Provinsi Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang multi etnis dan mempunyai keragaman budaya dan keunikan lokal yang dapat memperkaya budaya nasional. Menurutnya kekayaan budaya dan keragaman dan keunikan budaya ini harus dilestarikan dan dikembangkan, salah satu melalui Karnaval Pesona Danau Toba 2017 di Tobasa.

Untuk itu Gubsu Tengku Erry Nuradi berharap melalui karnaval Pesona Danau Toba tersebut, rasa kecintaan masyarakat terhadap seni budaya yang ada, khususnya kesenian daerah di Kabupaten Tobasa meningkat. Selain itu karnaval juga diharapkan dapat memicu semangat para seniman lain untuk berkarya lebih baik sehingga seni budaya di Sumatera Utara terus berkembang.

Memang untuk melestarikan seni budaya daerah perlu banyak dilakukan even atau kegiatan, seperti Festival Lagu dan Musik Akustik dan pentas seni. Untuk itu semua daerah di kawasan danau toba diharapkan melakukan kegiatan pelestarian budaya dan lainnya. Karena kegiatan seperti itu, diakui dapat menjadi bukti adanya harmonisasi di Sumatera Utara, harmonidsasi yang dinamis bahkan siap berinteraksi positif dengan setiap siapapun, sehingga wisatawan yang dari mancaneara kagum dengan gambaran harmonisasi dan kekayaan budaya sehingga mereka semakin terpikat untuk datang ke Sumatera Utara.

Gubsu juga tak lupa mengucapkan terimakasih pemerintah pusat, yang dalam waktu dekat akan meresmikan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional. Menurut Gubsu ini adalah dalam rangka mengejar target kunjungan wisatawan mancaraneara yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Jadi kami mengucapkan terimakasih, dan kami berharap ditingkatkan dengan membuka pintu bagi wisatwan untuk masuk ke Sumatera Utara seperti bandara Silangi,” katanya

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bangga dengan penyelenggaraan karnaval tersebut. Karena diakui tujuan karnaval adalah membangun budaya daerah agar jangan sampai hilang oleh karena modernisasi.

Mengenai bandara, Luhut mengatakan bahwa tanggal 8 September kemarin, secara administrasi Bandara Silangit sudah menjadi Bandara Internasional. “Semalam saya sudah mencoba mendarat. Saya langsung dari Singapura ke Silangit, waktunya tempuhnya hanya 42 menit. Jadi sudah mudah, bila kita ingin bepergian,” kata LUhut

Hanya saja peresmiannya dikatakan akan dilaksanakan akhir Oktober, karena bandara masih terlihat kotor. “Membersihkan ini adalah tugas kita bersama, kita semua harus bersatu, kita harus ramah, jangan garang tak menentu, jangan saling menyalahkan satu sama lain,” katanya.

Luhut pada kesempatan itu juga menyinggung mengenai perbedaan pendapat soal hari pelaksanaan. “Kenapa karnaval dilaksanakan hari minggu. Kami menilai hari ini adalah hari baik. Kita memulai karnaval diatas jam 13.00 Wib supaya masyarakat bisa beribadah terlebih dahulu. Jadi hal ini jangan dipermasalahkan. Marilah kita ambil hikmah dari kegiatan ini. Pemda, tokoh gereja dan tokoh adat serta masyarakat harus bersatu padu, supaya daerah ini maju,” pintanya. (des)

SHARE