HUT TNI AU 73 Tahun, KASAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo:TNI AU Tidak akan Tinggal Diam Jaga kedaulatan NKRI

156

Medan, Sumut24.co

Hari ini, tanggal 29 Juli 2020, tepat 73 tahun lalu, Dua peristiwa besar terjadi pada TNI Angkatan Udara. Pertama, heroism tiga Kadet Udara yaitu Kadet Udara I Suharnoko Harbani, Kadet Udara I Mulyono dan Kadet Udara I Sutardjo Sigit yang menyerang tangsi militer Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa untuk membalas Agresi Militer Belanda pada tanggal 21 Juli 1947 yang menghancurkan pangkalan udara di Jawa maupun di Sumatera. Kedua, gugurnya tiga perintis Angkatan Udara, yaitu Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof.Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara I Adi Sumarmo Wirjokusumo, karena Pesawat Dakota VT-CLA yang ditumpangi mereka ditembak oleh Pesawat P-40 Kitty Hawk.

Untuk mengenang dan mengabadikan persitiwa bersejarah tersebut, sejak tanggal 29 Juli 1955 diperingati sebagai Hari Berkabung AURI. Namun mulai 29 Juli 1962 diubah menjadi Hari Bakti TNI AU dan diperingati setiap tahunnya.

Dan untuk memperingatinya TNI AU di Medan melaksanakan serangkaian kegiatan diantaranya donor darah, pembagian 2000 paket sembako, korve masal dan puncaknya hari ini (29/7) melaksanakan upacara peringatan hari Bakti TNI AU ke 73 di Apron Charlie Lanud Soewondo.

Setelah upacara selesai, Danlanud Soewondo, selaku inspektur upacara melakukan penanaman pohon sukun bersama seluruh anggota Lanud Soewondo.

Kepala staf angkatan udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E.,MP.P dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb JH. Ginting mengatakan bahwa peringatan Hari Bakti TNI AU ke 73 tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan format yang berbeda dibandingkan tahun lalu. Tidak ada rangakaian kegiatan napak tilas sejarah hingga ziarah di monumen Ngoto seperti yang biasa dilaksanakan.

“Sebelum upacara sudah kita dengarkan kilas balik peristiwa heroik 73 tahun silam tentang operasi udara pertama yang dilaksanakan oleh TNI AU. Bermodalkan keberanian dan semangat kejuangan Kadet Udara I Suharnoko Harbani, Kadet Udara I Mulyono dan Kadet Udara I Sutardjo Sigit berhasil menunjukkan bahwa TNI AU tidak akan tinggal diam ketika kedaulatan negara terganggu”,ucap KASAU.
Lanjut Kepala staf angkatan udara, pendemi Covid 19 masih terus melanda bangsa Indonesia, bahkan sudah menginfeksi lebih dari 16 juta jiwa di 216 negara, di Indonesia sudah menelan lebih dari 4.800 jiwa, tidak hanya itu dampak Covid 19 meluas hingga kehidupan sosial dan perekonomian bangsa.

Namun demikian dibalik musibah pasti ada hikmah. Dari Covid 19 kita belajar saling berempati dan ikut merasakan kesulitan masyarakat.

“Secara khusus bagi TNI AU, inilah makna sesungguhnya dari hari bakti TNI AU, yaitu kerelaan untuk berkorban dan menjadi contoh serta ikut mempelopori usaha meringankan beban dan kesulitan masyarakat di sekitar kita. Melalui hari Bakti TNI AU, mengambil tema “nilai-nilai kepahlawanan 29 Juli 1947″, TNI AU berkomitmen untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru menuju Indonesia maju. Untuk itu, meskipun sederhana peringatan Bakti TNI AU ke-73 sarat akan makna pengorbanan dan perjuangan prajurit TNI angkatan udara dalam berbagai misi kemanusiaan untuk bangsa Indonesia”,sebut KASAU.

Diakhir kata sambutannya, Kepala staf angkatan udara mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI AU dan pegawai negeri sipil TNI AU atas perjuanganya yang telah didarma baktikan.

“Saya mengingatkan bahwa perjuangan kita belum usai, bahaya wabah Virus Covid 19 masih berada di sekitar kita, untuk itu teruslah bersabar, teruslah bersemangat dan teruslah berjuang dengan tulus dan ikhlas dalam mengatasi pendemi ini demi bangsa Indonesia”,ucap Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam kata sambutannya. (Pen Lanud Soewondo/rel )

Loading...