Gubsu Ajak Suku Jawa di Sumut Bersatu, Gebyar Suro-an Sumut PATEN 2017

60

MEDAN | SUMUT24
Gubsu HT Erry Nuradi diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Ibnu S Hutomo mengajak seluruh suku jawa yang ada di Sumut untuk bersatu dan terus menjalin silaturahmi satu sama lain.

Ungkapan itu disampaikannya pada acara Gebyar Budaya Jawa Suro-an Sumut Paten 2017 yang diselenggarakan Persatuan Wargo Jowo (Pendowo) dan Harian SUMUT24 di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau Medan, Sabtu (21/10) malam.

Ibnu mengharapkan agar gebiyar kesenian budaya jawa ini dapat menjadi media dalam mempersatukan seluruh paguyuban jawa yang ada di Sumut, sehingga masyarakat jawa menjadi satu.

“Saya berharap kegiatan ini dapat mempersatukan seluruh paguyuban jawa yang ada di Sumut, karena apabila kita bersatu, maka kita akan semakin kuat dalam memajukan sumut,” harap Ibnu.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Pimpinan Umum/Pemred Harian Sumut 24 sekaligus Ketua Panitia Rianto Ahgly, Ketua Pendowo Sumut Sugito Hadi, Ketua Pendowo Medan Ponidi, Ketua Tunggal Wargo Heru Prasojo, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho SIK SH Mhum diwakili AKP Gunawan, serta jajaran Redaksi serta karyawan SUMUT24.

Pada pelaksanaannya, juga mendatangkan Ki Dalang asal Surakarya Jarot Suwarno juga paguyupan dari beberapa daeran di Sumut, Sugito Hadi Ketua Pendowo Sumut
pada malam itu Ibnu tak hanya mengajak seluruh warga jawa bersatu karena selain silaturahmi juga bisa saling membantu.

“Dengan silatuhami dan bersatu maka suku jawa di Sumut akan kuat serta saling membantu untuk kemajuan Sumatera Utara,” paparnya.

Sebagai warga suku jawa, Ibnu mengaku bangga dan senang dengan digelar budaya jawa di Sumut, agar kebudayaan dan kesenian jawa bisa dikenal juga diteruskan kepada generasi muda jawa kedepan.

“Perekonomian dan pembangunan di Sumut juga bisa kita laku dan saling membantu untuk kemajuan Sumut,” ujarnya

Di samping itu, Ibnu juga menjelaskan bahwa suku jawa dan suku lain di Sumut berbeda tapi bersatu ini tertuang dari Bhinekka Tunggal Ika.

Sementara pemilik juga Pemred Harian SUMUT24 Rianto Ahgly SH mengatakan, perayaan Gebyar Suku Jawa Suro-an mengajak seluruh suku jawa untuk merayakan malam terakhir bulan Suro pada kelender Jawa.

“Malam ini terakhir dari pertanggalan Jawa sekaligus menyambut bulan Sapar agar kedepannya suku jawa bisa mengingat pertanggalan dan tetap menjaga tradisi turun temurun,” jelasnya.

Rianto Ahgly SH menambahkan, kegiatan kesenian budaya jawa ini menampilka pertujukan wayang yang didalangi oleh Ki Jarot Suwarno, salah seorang dalang dari Solo. Adapun judul yang diangkat ialah Gatotkaca Bangun Projo.

“Pertunjukan wayang ini berjudul Gatotkaca Bangun Projo, maksudnya ialah pembangunan suatu daerah tidak dapat dikerjakan sendiri, perlu adanya kerjasama, karena itu mari kita rapatkan barisan untuk membangun sumut dan kota Medan yang lebih baik lagi kedepannya,” kata Rianto Ahgly.

Acara yang menampilkan kesenian jawa seperti wayang kulit, dan tarian fragmen gatotkaca ini cukup menyita perhatian masyarakat kota Medan, khsusnya masyarakat yang tergabung dalam organisasi budaya jawa yang ada di kota Medan seperti Pendowo, Pujakusuma, Paguyuban Jawa Bersatu, Ikatan Keluarga Jawa Marelan, Banyumangell, dan P3S Putra Solo. Terlihat masyarakat yang hadir begitu menikmati sajian kesenian jawa yang ditampilkan.

Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi dalam kesempatan itu mengatakan pergelaran kesenian budaya jawa ini merupakan wujud “medan sebagai rumah kita” dalam bidang kesenian.

Sebab sambung Akhayar, Kota Medan terdiri dari masyarakat multi etnis yang selalu hidup berdampingan rukun dan damai. Oleh karena itulah, Wakil Walikota berharap kedepannya semakin banyak masyarakat yang menampilkan kesenian budaya dari daerahnya masing-masing sebagai bentuk kekayaan yang dimiliki Kota Medan.

“Saya berharap kedepannya semakin banyak warga kota Medan yang menampilkan budaya kesenian daerahnya, ini bukan menjadikan kita berbeda, tetapi inilah wujud kekayaan yang dimiliki Kota Medan,” kata Wakil Walikota saat menghadiri gebyar kesenian jawa suro-an sumut paten 2017.(tim)

SHARE