Erry-Ngogesa Tepat, Polemik Golkar-NasDem Jangan Diperpanjang

50
Pengamat Politik USU, Bimby Hidayat S.Sos, MA

MEDAN | SUMUT24

Partai NasDem dan Golkar diketahui satu suara soal Cagubsu di Pilkada 2018 yaitu Tengku Erry Nuradi. Namun untuk cawagub, NasDem belum mengumumkan nama, sedangkan Golkar sudah resmi mengusung Ngogesa Sitepu pada Agustus 2017 lalu, sesuai surat keputusan DPP Partai Golkar ditandatangani Ketua Umum Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal.DPP Partai Golkar Idrus Marham, mengusung Tengku Erry Nuradi- Ngogesa Sitepu.

Sementara itu, deklarasi Partai Nasdem, Minggu (12/11) kemarin, hanya menyatakan mengusung Tengku Erry Nuradi sebagai Cagubsu tanpa menyebut nama Ngogesa Sitepu sebagai wakilnya.

Kejadian ini tentu menimbulkan polemik baru diantara ke dua partai tersebut. Bahkan isu yang beredar, terkait tidak dipanggilnya nama Ngogesa, Partai Golkar berencana akan menarik dukungannya terhadap Erry di Pilgubsu nanti.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik USU, Bimby Hidayat S.Sos, MA, mengatakan, apa yang dilakukan NasDem pada pendeklarasiannya waktu lalu terbilang aneh. Seharusnya ketika NasDem mengusulkan nama calon maka harus dibarengi dengan nama calon wakilnya yang akan maju di Pilgubsu nanti.

Bimby mengatakan, Ngogesa Sitepu bisa dijadikan sebagai pasangan yang menguatkan dalam kemenangan Pilgubsu. Tercatat Ngogesa sudah dua priode terpilih sebagai Bupati Langkat. Selain itu Ngogesa juga putra asli daerah.

“Ngogesa bisa jadi pasangan yang menguatkan. Kepercayaan masyarakat Langkat kepadanya cukup tinggi. Terbukti Ngogesa terpilih dua priode menjabat Bupati Langkat. Selain itu Ngogesa juga merupakan Ketua DPD Golkar Sumut, artinya Golkar merupakan salah satu partai dengan kader terbesar yang bisa mencakup jumlah suara. Ini yang perlu di pertimbangkan,” ujar Bimby Hidayat.

Lebih lanjut dikatakannya, soal tak diumumkannya nama Ngogesa pada deklarasi Cagubsu dari NasDem kemarin, “Sah-sah saja memang, tapi harusnya nama Cagubsu juga harus diumumkan sepasang. Kalau begini kejadiaanya dipastikan antara partai Golkar-NasDem menimbulkan polemik,” terang Bimby.

Bimby menilai, Ngogesa belum bisa dipastikan akan menjadi wakilnya Erry dalam pencalonan Pilgubsu. Padahal menurutnya, pasangan Erry-Ngogesa merupakan yang terkuat saat ini. Mengingat elektabilitas dan popularitas yang dimiliki Ngogesa sangatlah mempuni.

Sebelumnya polemik Golkar-NasDem ini terjadi ketika Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang mengomentari pernyataan Sekretaris NasDem Sumut, Iskandar.

Iskandar mengatakan deklarasi dukungan yang mereka lakukan hanya untuk T.Erry Nuradi sebagai Cagubsu dan Ngogesa Sitepu tidak ikut dideklarasikan sebagai cawagubsu mendampingi Erry. Berkaitan dengan hal tersebut lah Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Sumut itu bereaksi keras.

Sahlul mengatakan, Golkar Sumut akan menggelar rapat pleno untuk mengevaluasi (mencabut) dukungan terhadap Erry pada Pilgubsu 2018.

Sahlul menambahkan, kader kader Golkar akan segera mendesak Ngogesa Sitepu sebagai Ketua Golkar Sumut untuk menggelar rapat pleno dalam mengevaluasi dukungan terhadap Erry. (W07)

SHARE