DIDUGA HARGA PEMBELIAN LAHAN PERUNTUKAN PUSKESMAS BANGUN PURBA MARK- UP

208

 

DELI SERDANG I SUMUT24. Co

Pembelian Lahan Peruntukan bangunan baru Puskesmas Bangun Purba yang terletak di Desa Sialang Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang.

Terus menuai kritik dan pembicaraan masyarakat Kecamatan Bangun Purba.

Ini bermula akibat ditinggal kan dan tidak dilanjut kan nya Pembangunan Puskesmas tersebut oleh Kontraktor sebagai pemenang pada tender tahun 2019 yang lalu untuk pembangunan Puskesmas tersebut.

Sampai sampai harga pembelian tanah untuk lokasi pertapakan Puskesmas baru tersebut dianggap dan diduga Mark Up.

Sebab harga pembelian tidak sesuai harga pasar diseputaran lokasi tetsebut serta tidak juga sesuai NJOP(Nilai Jual Objek Pajak) yang sudah ditetap kan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Hal ini diungkap kan Naek Purba SH mantan Ketua GPI Deli Serdang yang saat ini banyak bekifrah di Kabupaten Serdang Bedagai pada Sumut24 jumat(26/6/20) di Bangun Purba.

Harga pasar jual tanah yang berada diseputaran lahan Pertapakan baru Puskesmas Bangun saat ini masih berkisar harga per rante nya(400 mtr) dengan harga Rp.32.000 000 per rante, itu pun yang posisi nya berada dipinggir jalan besar Bangun Purba ungkap nya.
Sementara untuk lokasi sedikit dibelakang dari posisi jalan besar harga nya berkisar seputaran Rp. 20.000 000.-

Tetapi harga tanah Pertapakan Puskesmas Bangun Purba yang dibaru yang dibebas kan dan diganti rugi dari tanah atas nama Rohana Saragih seluas 2000 meter bujur sangkar(4rante) dengan harga Rp. 750.000.000.-. Dengan perincian harga per rante nya Rp. 150.000.000.- Yang saat ini telah di lokasi tersebut telah dilakukan bangunan Puskesmas Bangun Purba dan bangun tersebut sampai saat ini terbengkalai tidak diselesai kan oleh Kontraktor di lokasi tersebut dengan harga yang tidak sesuai harga pasar dan NJOP.

Dan dalam hal jual beli dan ganti rugi atas tanah dan lahan Pertapakan tersebut diduga telah terja penggelembungan harga atau Mark Up dengan sengaja dan terjadi keuntungan secara pribadi ataupun kelompok dalam hal ini dan mengkibat kan kerugian Negara ungkap tokoh tiga zaman ini.

Diminta penegak Hukum dalam Hal ini Kejaksaan Nagri Deli Serdang maupun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan pada Dinas Kesehatan Deli Serdang dan unsur lain nya pungkas nya.

Hasil investigasi Sumut 24 Dilapangan kamis,(25/6/20) harga tanah yang disampai kan beberapa masyarakat yang berada diseputaran lokasi pembangunan Puskemas Bangun Purba.

Harga tanah diseputaran lokasi tersebut per rante (400) seharga 30s/32 juta yang berada dipinggir jalan besar Bangun Purba.

Suwarno alias Ono (47) menantu dari keluarga Ana Saragih selaku pemilik pertama pertapakan Puskesmas Bangun Purba tersebut yang saat terjadi transaksi jual beli pertapakan tersebut dengan Dinas Kesehatan Deli Serdang bertindak sebagai saksi jual beli

Yang ditemui Sumut24 dirumahnya yang langsung bersebelahan dengan lokasi Puskesmas tersebut kamis, (25/6/20).

Saat itu dilakukan jual beli nya dikantor Camat. Ketika ditanya kan Sumut24 berapa harga jual beli sewaktu itu sedikit gugup dan agak lama waktu nya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tersebut.

Harga per rante nya saat itu Rp. 150.000 000.-
Jadi tanah yang untuk lokasi Puskesmas ini 5 rante x Rp. 150.000.000.- ungkap nya.

Marianto Camat Tanjung Morawa yang saat itu menjabat Camat Bangun Purba yang dihubungi Sumut24 baru baru ini.

Membantah dilakukan nya waktu itu jual beli dilakukan di Kantor Camat dan di ketahui nya, hanya waktu itu saya sebagai Camat Bangun Purba hanya membuat surat keterangan bahwa lokasi tanah yang akan diganti rugi untuk lokasi Puskesmas yang dimaksud adalah benar milik A/n Rohana Saragih itu saja pungkas nya dan tidak menjawab berapa harga NJOP dilokasi tersebut.

Dr. Ade Budi Krista Kadis Kesehatan Kabupaten Deli Serdang yang dihubungi Sumut24 melalui telpon seluar nya via whatsap baru baru ini menjelas kan.

Pengadaan tanah untuk bangunan Puskesmas Bangun Purba sumber dana dari APBD tahun 2019 dengan pagi 800 juta.

Tanah A/n Rohana Saragih seluas 2000 meter.
Dasar perhitungan harga tanah adalah penilaian Publik(Apraisal) yang dikeluar kan pada tanggal 13 maret 2019 dengan nilai pasar 779.900.000.-

Harga tanah yang dibeli sesudah Nego A/n Rohana Saragih dengan luas 2000 meter adalah Rp. 750.000 000.- dan citra fer langsung kerekening tanah. Tulis nya di whatsap.(Ir)

Loading...