Aktivis 98 Puji Mendagri Tito Karnavian

165

 

MEDAN I SUMUT24.co

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendapat pujian dari mantan aktivis 98 Sumatera Utara. Ketua Perhimpunan Aktivis 98 Sumut Sahat Simatupang mengatakan, Tito Karnavian cepat menyesuaikan diri dengan tugas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal itu, dinilai Sahat, karena Tito memiliki pengalaman mengelola organisasi besar bernama Polri.

Pujian lainnya untuk Tito, ujar jurnalis Tempo ini, karena Tito saat masih berpangkat Mayor (Komisaris Polisi) tak gentar menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pada 2001, Tito dipercaya menjadi Ketua Tim Kobra.

” Tito berhasil menangkap tersangka pembunuhan Hakim Agung Safiudin, putra bungsu Presiden RI kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Bahkan Tito tak sungkan dan takut membongkar lantai rumah Tommy Soeharto di Jalan Cendana Nomor 12, Jakarta. Rumah itu pula yang sering kami datangi (aksi unjuk rasa) mendesak pengadilan terhadap Soeharto selain kediaman Soeharto di Jalan Cendana Nomor 6.”  ujar Sahat.

Kalau tidak bermental baja, sambung Sahat, Tito pasti tak berani bertindak apalagi saat itu Soeharto masih hidup dan masih punya pengaruh kuat di Polri.” Aktivis 98 yang anti Orba dan keluarga cendana salut atas keberanian Tito saat itu. Karena bagi kami ( aktivis 98), Soeharto dan anak – anaknya adalah musuh ideologi.” kata Sahat.

Sahat menilai, Tito Karnavian juga berhasil membesarkan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi bagian organisasi yang diisi personil polisi saat mengungkap dan menembak mati gembong teroris Noordin M Top dan Azahari.

Saat menjabat Kapolri, Tito, sambung Sahat, juga berhasil mencegah benturan horizontal antar pendukung pro dan kontra disetiap persidangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

” Didaerah – daerah situasi juga memanas dampak persidangan Ahok. Namun Kapolri Tito berhasil mengendalikan keamanan. Kalau bukan karena kemampuan dan pengalaman lapangannya, saya rasa Tito bisa gagal mencegah dampak aksi berkepanjangan tersebut.” ujar Sahat.

” Termasuk saran kami kepada Tito agar menyarankan kepada Ahok pergi liburan ke luar negeri pasca bebas menjalani hukuman menjelang Pemilu dan Pilpres, April 2019.” kata Ketua Umum Relawan Indonesia Kerja, relawan Jokowi ini.

Jika Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle, Sahat yakin Tito Karnavian akan tetap diminta membantu Presiden Jokowi mengelola urusan dalam negeri.” Saya rasa tempat saat ini ( Mendagri) tepat untuk Tito. Apalagi Pilkada serentak Desember 2020 mendatang akan banyak perubahan tata cara pemilihan menyesuaikan kondisi pandemi covid – 19. Dan leading sector atau pengambil peran terbesar sukses Pilkada adalah Kemendagri.” tutur Sahat.(red)

Loading...