17 Ribu Jiwa di Sicanang Terancam Terisolir  

18

Medan|SUMUT24

Dikhawatirkan, 17 ribu jiwa di Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan akan terisolir, kalau Pemko Medan tidak segera membangun kembali Jembatan Sicanang yang ambruk beberapa waktu lalu.

Jembatan itu merupakan satu-satunya akses jalan keluar 17 ribu warga itu menuju Kota Belawan.

Pemko Medan harus segera memperbaiki jembatan tersebut karena merupakan akses vital bagi masyarakat, ujar Anggota DPRD Kota Medan Dapil 5, Landen Marbun, Senin (13/11) kepada wartawan seraya meminta agar Dinas PU Kota Medan tidak berspekulasi dalam membangun jembatan rusak di Sicanang.

 

Jembatan itu bukan hanya sekedar akses jalan saja, namun merupakan jalur penghubung segalanya, termasuk penyaluran bahan pokok kebutuhan sehari-hari warga. Disebutkannya, pihaknya telah melihat langsung kondisi jembatan rusak tersebut yang berada di sungai beraliran deras.

Karena ini menyangkut hajatan hidup orang banyak, diharapkan pembangunan jembatan harus memakai pondasi yang kuat, jangan asal-asalan, ujar Politisi Hanura tersebut.
Disebutkannya, sejak awal sudah menduga buruknya jembatan alternatif yang dibuat itu. Ternyata benar, setelah digunakan jembatan itu ambruk dan masyarakat yang merasakan dampaknya. Saat ini warga memakai jembatan utama, walaupun dengan kondisi membahayakan penggunanya, terutama di musim penghujan seperti saat ini.

 

“Kita sambut baik Pemko Medan memperbaiki Jembatan Sicanang, namun jangan mengabaikan kualitas,” ujar Landen lagi seraya menyebutkan, jembatan itu berada di kawasan aliran air yang deras dan seiring dengan seringnya air laut pasang.

 

Sementara itu, H Pasaribu warga sekitar saat bertemu dengan Landen, berharap adanya keseriusan pemborong untuk memperbaiki jembatan secepat mungkin namun berkualitas agar tahan dipakai untuk waktu yang lama.

Dengan kondisi sekarang ini, warga kembali mempergunakan jembatan utama yang belum diperbaiki. Namun karena dipasang plat, warga kerap tergelincir terutama di musim penghujan.

 

Sementara itu warga lainnya, Situmeang mengatakan hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan perbaikan jembatan. Warga butuh kejelasan dari Pemko Medan, kapan jembatan itu diperbaiki.

Disebutkannya, saat ini warga masih bisa melintas di atas jembatan induk yang masih bisa digunakan walaupun darurat. Namun bagaimana kalau jembatan induk itu juga tidak bisa digunakan karena rusaknya lebih parah. Dikhawatirkan warga akan terisolir apabila tidak ada lagi akses warga untuk menyeberang, ujarnya.

 

Untuk itu, ujar Landen, keseriusan Dinas PU dalam membangun jembatan alternatif dan memperbaiki jembatan utama sangat diperlukan. Segerakan pembangunannya, agar masyarakat bisa menggunakan jembatan itu menjadi akses guna peningkatan perekonomian masyarakat.(R02)

SHARE